84 TAHUN HIDUP SEBATANGKARA!!! Abah Akung Tetap Dorong Gerobak Dengan Tubuh Bergetar
84 TAHUN HIDUP SEBATANGKARA!!! Abah Akung Tetap Dorong Gerobak Dengan Tubuh Bergetar

84 TAHUN HIDUP SEBATANGKARA!!! Abah Akung Tetap Dorong Gerobak Dengan Tubuh Bergetar

Rp 255.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
7
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 01 August 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

30 June 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usia 84 tahun, saat kebanyakan orang sudah beristirahat di rumah bersama keluarga, Abah Akung masih harus berjuang mencari makan dengan mendorong gerobak susu keliling. Setiap hari Abah berjalan jauh dari satu titik ke titik lainnya, menjajakan susu dengan harga hanya Rp6.000 per cup. Namun penghasilannya tidak menentu. Kadang hanya 2 cup yang laku, kadang sedikit ramai, dan sering kali tidak laku sama sekali. Karena tidak punya modal, susu yang Abah jual pun hanya sistem ambil dulu lalu bagi hasil dengan pemiliknya.

 

Abah hidup sebatang kara. Istri pertamanya meninggal karena kanker paru-paru, Selama hidupnya, Abah tidak memiliki anak. Kini di hari tuanya, tidak ada keluarga yang mendampingi Abah.

Abah bahkan tidak memiliki rumah. Ia hanya tidur di tempat sederhana yang disediakan oleh bos tempatnya mengambil susu. Jika sesekali pulang, Abah hanya menumpang di rumah adik almarhum istrinya. Untuk makan pun Abah harus sangat berhemat. Sering kali Abah hanya makan sekali sehari, karena uang hasil jualan tidak cukup.

Tubuh Abah juga sudah tidak sekuat dulu. Ia mengalami gangguan saraf di tangannya yang membuat tangannya terus bergetar. Bahkan Abah tidak bisa makan menggunakan sendok karena tangannya tidak berhenti gemetar. Namun Abah belum pernah memeriksakan diri ke dokter karena tidak punya biaya.

Belum lama ini, saat pulang berjualan, ban gerobak Abah bocor di jalan. Karena tidak punya uang untuk menambal, Abah tetap mendorong gerobaknya jauh hingga tempat istirahat. Meski hidupnya serba kekurangan, hati Abah tetap lembut. Suatu hari Abah bertemu nenek pemulung yang kelaparan. Meski uangnya sedikit, Abah tetap memberikan Rp5.000 dan satu cup susu karena merasa kasihan.

Di usia senjanya, Abah hanya memiliki harapan sederhana: memeriksakan tangannya ke dokter dan memiliki usaha kecil serta tempat tinggal yang layak, agar tidak lagi harus berjalan jauh mendorong gerobak setiap hari. Namun dengan penghasilan yang bahkan kadang tidak cukup untuk makan, mimpi itu terasa sangat jauh bagi Abah.

Di usia 84 tahun, Abah seharusnya tidak lagi berjuang sendirian di jalan demi sekadar makan. Mari bersama kita bantu Abah Akung

Klik Donasi Sekarang.

  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.


 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com


Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 50.000
02 July 2026, 05:39