Di balik warna-warni balon yang diikat pada genggaman tangannya, tersimpan duka mendalam dari seorang ayah bernama Abah Anam. Setiap hari dari pagi hingga larut malam, langkah kaki rentanya menyusuri jalanan hingga puluhan kilometer demi menjajakan balon serta barang dagangan kecil lainnya. Nyeri rematik parah yang menggerogoti kakinya hingga rasa kaku dan ngilu ke pinggang tak pernah menyurutkan niatnya untuk menjemput rezeki yang halal. Pahitnya kehidupan makin menyayat hati ketika penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun itu terpaksa tak lagi diobati karena ketiadaan biaya, hingga Abah kerap tersandung dan jatuh di kerasnya jalanan.
Roda kehidupan seolah tak pernah berhenti menguji keteguhan hati Abah Anam. Penghasilannya yang hanya puluhan ribu rupiah sehari tak pernah pasti, bahkan tak jarang beliau harus menahan lapar dan terpaksa berutang hanya untuk sekadar membeli sepotong makanan. Musibah memilukan pun pernah menghantam saat puluhan balon dagangannya lepas dan terbang bebas ke udara hingga dua kali kejadian. Tanpa modal, Abah harus menanggung ganti rugi ratusan ribu rupiah dengan potongan keuntungan yang sangat tipis. Kepedihan itu kian memuncak saat teringat perceraian yang dipicu himpitan ekonomi, memaksa Abah terpisah dan memendam rindu mendalam pada buah hatinya yang masih kecil.
Atap kamar sewaan berukuran satu petak yang sering bocor kini menjadi satu-satunya tempat berteduh Abah bersama anak pertamanya yang terpaksa putus sekolah demi bekerja sebagai kuli angkut. Meski penunggakan sewa rumah terus membayangi dan kondisi ekonomi kian merosot, Abah Anam memegang teguh prinsip hidup untuk tidak pernah meminta-minta atau mengemis. Selama kakinya masih sanggup melangkah, beliau memilih terus memeras keringat di jalanan. Di sisa tenaganya, impian Abah sungguh bersahaja: beliau hanya ingin tinggal di tempat yang lebih layak, mendapatkan pengobatan medis, serta memiliki modal usaha kecil-kecilan di rumah agar tak perlu lagi tersiksa berjalan jauh.
Kisah Abah Anam adalah bukti nyata keteguhan seorang kepala keluarga yang rela mengorbankan raga dan menahan duka demi menyambung hidup. Jangan biarkan langkah kaki yang kesakitan ini terus berjalan sendirian di bawah ancaman penyakit dan kemiskinan. Uluran tangan dan kepedulian dari kita hari ini adalah seberkas harapan yang sanggup menyembuhkan sakitnya, melunasi beban hidupnya, dan mengukir senyum di masa senjanya. Bersama Ayo Kita Peduli, mari bantu hadirkan modal usaha, pengobatan layak, dan tempat tinggal yang aman bagi Abah Anam sekarang juga.

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hallo, Sobat Berdampak!
Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.
Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan kini telah tersalurkan kepada Pak Sani, seorang pemuda dengan kondisi tunawicara dan difabel yang selama ini berjuang menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai driver ojek online.

Melalui dukungan para donatur, Pak Sani menerima bantuan berupa warung, kebutuhan pelengkap usaha, kebutuhan bahan pokok, serta santunan tunai. InsyaAllah, bantuan ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menghadirkan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga beliau.
Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi penyemangat bagi Pak Sani untuk terus berjuang, serta menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.
Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kebaikan yang kita titipkan hari ini dapat menjadi awal perubahan yang berarti bagi kehidupan sesama.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli