Balon Tak Laku, Abah Anam Tak Bisa Obati Rematik Kronis

Balon Tak Laku, Abah Anam Tak Bisa Obati Rematik Kronis

Rp 245.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
8 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 17 September 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
THE POWER OF KINDNESS

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

04 August 2026

Di balik warna-warni balon yang diikat pada genggaman tangannya, tersimpan duka mendalam dari seorang ayah bernama Abah Anam. Setiap hari dari pagi hingga larut malam, langkah kaki rentanya menyusuri jalanan hingga puluhan kilometer demi menjajakan balon serta barang dagangan kecil lainnya. Nyeri rematik parah yang menggerogoti kakinya hingga rasa kaku dan ngilu ke pinggang tak pernah menyurutkan niatnya untuk menjemput rezeki yang halal. Pahitnya kehidupan makin menyayat hati ketika penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun itu terpaksa tak lagi diobati karena ketiadaan biaya, hingga Abah kerap tersandung dan jatuh di kerasnya jalanan.

Roda kehidupan seolah tak pernah berhenti menguji keteguhan hati Abah Anam. Penghasilannya yang hanya puluhan ribu rupiah sehari tak pernah pasti, bahkan tak jarang beliau harus menahan lapar dan terpaksa berutang hanya untuk sekadar membeli sepotong makanan. Musibah memilukan pun pernah menghantam saat puluhan balon dagangannya lepas dan terbang bebas ke udara hingga dua kali kejadian. Tanpa modal, Abah harus menanggung ganti rugi ratusan ribu rupiah dengan potongan keuntungan yang sangat tipis. Kepedihan itu kian memuncak saat teringat perceraian yang dipicu himpitan ekonomi, memaksa Abah terpisah dan memendam rindu mendalam pada buah hatinya yang masih kecil.

Atap kamar sewaan berukuran satu petak yang sering bocor kini menjadi satu-satunya tempat berteduh Abah bersama anak pertamanya yang terpaksa putus sekolah demi bekerja sebagai kuli angkut. Meski penunggakan sewa rumah terus membayangi dan kondisi ekonomi kian merosot, Abah Anam memegang teguh prinsip hidup untuk tidak pernah meminta-minta atau mengemis. Selama kakinya masih sanggup melangkah, beliau memilih terus memeras keringat di jalanan. Di sisa tenaganya, impian Abah sungguh bersahaja: beliau hanya ingin tinggal di tempat yang lebih layak, mendapatkan pengobatan medis, serta memiliki modal usaha kecil-kecilan di rumah agar tak perlu lagi tersiksa berjalan jauh.

Kisah Abah Anam adalah bukti nyata keteguhan seorang kepala keluarga yang rela mengorbankan raga dan menahan duka demi menyambung hidup. Jangan biarkan langkah kaki yang kesakitan ini terus berjalan sendirian di bawah ancaman penyakit dan kemiskinan. Uluran tangan dan kepedulian dari kita hari ini adalah seberkas harapan yang sanggup menyembuhkan sakitnya, melunasi beban hidupnya, dan mengukir senyum di masa senjanya. Bersama Ayo Kita Peduli, mari bantu hadirkan modal usaha, pengobatan layak, dan tempat tinggal yang aman bagi Abah Anam sekarang juga. 

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

28 August 2026
The Power of Kindness

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo,Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.


Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

  1. Abah Endang: Lansia pengumpul rongsok dengan bantuan yang disalurkan berupa santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.
  2. Pak Iwan: Seorang ayah disabilitas penjual tisu dengan bantuan yang disalurkan berupa santunan tunai.
  3. Pak Sani: Seorang driver ojol dengan kondisi tunawicara dengan bantuan yang disalurkan berupa tambahan modal usaha warung + kopi, serta bantuan service motornya.
  4. Abah Endang: Lansia badut keliling dengan bantuan yang disalurkan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan perlengkapan kebersihan sehari-hari, dan kebutuhan penunjang kesehatan.
  5. Dek Albie: Anak penjual donat yang menghidupi 3 adiknya, bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan penunjang pendidikan, santunan tunai, dan pembiayaan les untuk belajar.
  6. Abah Anang: Lansia penjual donat dengan bantuan yang disalurkan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan kebutuhan pakaian sehari-hari.
  7. Abah Didi: Lansia katarak yang menawarkan jasa timbang dengan bantuan yang disalurkan berupa cek kesehatan, santunan tunai, kebutuhan pokok, kebutuhan penunjang kesehatan, dan kebutuhan perlengkapan rumah.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.


Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi Teman Peduli

Kel Yanto Sudryanto

18 August 2026 - 06:55
Rp 20.000
Amin