Di usianya yang telah menginjak 67 tahun, Abah Asep harus memeluk kerasnya kehidupan tanpa lelah. Setiap hari, dari jam 7 pagi hingga sore hari, ia mendorong gerobak rakitan baja besi seadanya menjajakan agar-agar buatan sendiri ke sekolah-sekolah dasar. Namun, raga Abah jauh dari kata sehat; ia mengidap kelainan tulang punggung bengkok berbentuk huruf "S" akibat jatuh dari pohon, yang hingga kini kerap terasa linu dan sakit saat mendorong beban. Tak hanya itu, Abah juga didera batuk-batuk kronis selama lebih dari sebulan yang tak kunjung diperiksakan ke dokter karena ketiadaan biaya.

Pahitnya jalanan kian menyayat hati saat dagangan Abah tak kunjung laku. Pernah dalam seharian, ia hanya membawa pulang uang Rp8.000 saja. Sering kali, jika uang yang didapat hanya cukup untuk membeli beras, Abah dan istrinya terpaksa makan nasi hanya berlaukkan kerupuk. Jika agar-agar tidak habis terjual, Abah dan istrinya terpaksa memakan dagangan tersebut hanya untuk mengganjal perut yang lapar. Nestapa Abah kian bertambah oleh rasa duka mendalam; anak tunggal kesayangannya telah meninggal dunia akibat lumpuh yang tak sempat diobati karena kemiskinan. Setiap kali mengenang almarhum anaknya, air mata lansia tangguh ini selalu menetes tak tertahankan.

Di rumah menumpang milik saudaranya yang tidak layak huni dan tanpa akses air bersih, Abah harus mengambil air ke masjid setiap hari untuk kebutuhan harian. Sepulang berjualan, dengan sisa tenaga yang ada, Abah dengan penuh kasih memijat kaki istrinya yang terbaring lemah. Sang istri tak lagi mampu berjalan keluar rumah akibat penyakit misterius yang tak pernah terdiagnosis karena mereka tidak punya uang untuk berobat. Demi menutupi kekurangan modal dagang dan membeli beras, Abah kini terjerat utang ke warung tetangga, sementara tubuh rentanya juga pernah menjadi korban tabrak lari oleh pengendara motor yang kabur begitu saja.

Di sisa senjanya, Abah Asep menyimpan impian yang sangat bersahaja. Ia hanya ingin terbebas dari jerat utang warung, memiliki gerobak yang lebih layak, serta modal usaha yang cukup agar tidak perlu lagi mendorong beban berat di jalanan. Abah ingin memiliki rezeki yang cukup agar ia dan istrinya bisa makan makanan yang layak, mendapatkan pengobatan medis, serta merawat istrinya dengan tenang. Uluran tangan kita hari ini adalah seberkas harapan untuk membalas kebaikan hati Abah Asep, membalurkan ketenangan di masa senjanya, dan menghapus duka di hatinya.
Mari Bentangkan Kebaikan, Beri Pengobatan Layak dan Modal Usaha untuk Abah Asep!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo,Sobat Berdampak!
Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.
Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli