Sebuah panti kecil yang menjadi rumah bagi 18 bayi terlantar. Sejak tahun 2022, Abah Asep dan istrinya, Bu Imas, merawat mereka dengan penuh kasih di tengah segala keterbatasan.
Seluruh kebutuhan panti hanya bergantung pada gaji Abah Asep sebagai satpam, sekitar Rp2.000.000 per bulan. Dari jumlah itu, ia harus membagi untuk keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan bayi-bayi yang diasuhnya.

Sementara itu, kebutuhan operasional mencapai Rp30.000.000 setiap bulan. Tanpa donatur tetap, kebutuhan penting seperti susu, popok, vitamin, hingga biaya medis sering kali tidak terpenuhi.
Meski kondisi begitu berat, Abah Asep dan Bu Imas tetap bertahan. Mereka rela mengorbankan penghasilan kecilnya demi satu tujuan agar bayi-bayi terlantar ini tetap bisa hidup dan tumbuh dengan layak.
