Diperbarui 02 October 2026, 04:39 WIB
Di usianya yang telah menyentuh 73 tahun, Abah Awih harus menanggung duka dan beban hidup yang teramat berat. Saban hari sejak pukul empat subuh, lansia renta ini sudah harus menyusuri jalanan menjajakan perabotan dapur kayu dan tas karung sederhana. Kondisi fisiknya kian rapuh; mata kanannya telah buta total akibat kecelakaan tragis di masa lalu, sementara mata kirinya makin buram tergerus usia. Penglihatan yang sangat terbatas pernah membuatnya tertabrak mobil hingga tubuhnya lebam-lebam dan dagangannya berserakan tanpa ada pertanggungjawaban dari pelaku.

Tak hanya itu, tubuhnya kini kerap gemetar hebat—bahkan saat minum air pun sering tumpah—serta dipaksa berjalan menahan nyeri parah akibat asam urat akut yang hanya sanggup diobatinya dengan obat warung seharga lima ribu rupiah.

Demi mengais rezeki, Abah Awih terpaksa mengadu nasib antar kota dan berpisah jarak dengan keluarganya. Jika hasil dagangannya tak mencukupi ongkos pulang pergi sebesar 100 ribu rupiah, Abah harus menumpang tidur di rumah kerabatnya yang sangat bersahaja dengan dinding kayu dan lantai tanah. Penghasilan yang tak pasti—bahkan tak jarang sama sekali tidak membawa uang sepulang berjualan—membuat batinnya amat tertekan. Pikiran Abah senantiasa tertuju pada istri dan tiga cucunya yang masih duduk di bangku TK dan SD. Hatinya sering kali hancur meratapi nasib di perantauan, diselimuti rasa cemas tak menentu apakah anak cucu dan istrinya di rumah sudah bisa makan atau harus menahan lapar hari ini.

Duka keluarga ini kian berlipat ganda karena sang istri yang juga sudah lanjut usia masih harus memikul beban berjualan keliling demi menyambung hidup. Penghasilan sang istri yang minim pun masih harus dipotong setoran kepada pemilik modal. Di tengah impitan ekonomi yang sangat mencekik, Abah Awih justru harus memikul warisan utang anak-anaknya sebesar 20 juta rupiah yang dulu digunakan untuk memperbaiki rumah. Perjuangan 20 tahun di jalanan yang diwarnai kisah pilu—mulai dari pernah ditipu uang, jari tangan yang terputus separuh akibat kecelakaan kerja masa lalu, hingga berjalan kaki berjam-jam saat tak ada satupun barang dagangan yang laku—tak pernah melunturkan kasih sayangnya sebagai tulang punggung keluarga.
Di balik matanya yang redup dan fisiknya yang makin gemetar, Abah Awih menyimpan harapan yang sangat mulia: beliau ingin seluruh cucunya bisa terus bersekolah, sang istri berhenti berjualan keliling agar bisa beristirahat di rumah, serta terbebas dari jeratan utang yang menghimpitnya. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya kebaikan untuk melunasi utang keluarga, menyediakan modal usaha yang layak, memenuhi kebutuhan pendidikan cucu-cucunya, serta menjamin pengobatan dan masa tua yang lebih bermartabat bagi Abah Awih. Mari bersama-sama ringankan langkah Abah agar beliau tak lagi harus bertaruh nyawa di jalanan.
Mari Alirkan Kebaikan! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Pelunasan Utang Keluarga, Biaya Pengobatan Mata & Asam Urat, Modal Usaha Mandiri, Biaya Pendidikan Cucu, serta Kebutuhan Harian Abah Awih! Klik BANTU SEKARANG!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.