Di usianya yang telah menginjak 65 tahun, Abah Dede harus menguras sisa-sisa tenaga tuanya demi menyambung nyawa seluruh anggota keluarga. Sejak tahun 1998 silam, lansia tegar ini menggantungkan nasib sebagai penjual jelly keliling. Setiap hari, tepat pukul sembilan pagi, Abah mulai menyusuri jalanan dari sekolah ke sekolah dengan berjalan kaki menempuh jarak yang amat jauh. Saat malam tiba, beliau bergeser menjajakan dagangannya di depan emperan minimarket hingga toko tersebut tutup. Dari setiap loyang jelly seharga lima ribu rupiah yang dijualnya, penghasilan Abah amat tidak menentu; bahkan dari pagi hingga sore hari, uang yang terkumpul kerap kali belum menyentuh 20 ribu rupiah.

Perjuangan fisik Abah Dede di jalanan dipenuhi penderitaan yang mengiris hati. Demi memenuhi kebutuhan hidup istri, anak, dan tiga cucunya yang telah yatim ditinggal almarhumah ibunya, Abah tak pernah mengenal kata libur. Kendati demikian, dagangan jelly milik Abah sering kali tak laku sama sekali dan terpaksa dibawa pulang untuk dijual kembali esok hari. Pahitnya lagi, Abah kerap menahan lapar yang hebat saat berkeliling; beliau biasanya hanya makan sekali di pagi hari. Jika rasa lapar tak lagi tertahankan dan belum ada pembeli yang menghampiri, Abah terpaksa memakan jelly buatannya sendiri sekadar untuk mengganjal perutnya yang kosong.

Himpitan ekonomi juga memaksa keluarga Abah Dede hidup dalam jerat utang dan ketidakpastian tempat tinggal. Beliau menanggung sewa rumah kontrakan sebesar 350 ribu rupiah per bulan yang kerap kali menunggak karena pendapatannya tak pernah mencukupi. Demi memutar modal jualan jelly esok hari sebesar 20 hingga 40 ribu rupiah, Abah terpaksa menumpuk utang ke warung tetangga. Di tengah keterbatasan komunikasi dan kondisi fisik tuanya yang kerap kali kurang fokus saat diajak berbicara, kebaikan hati Abah tak pernah luntur; beliau selalu ikhlas memberikan jelly kepada anak kecil yang ingin membeli meski uang mereka tak cukup dan hanya dibayar dua ribu rupiah.

Di balik peluh yang menetes hingga larut malam dan duka yang dipikulnya, Abah Dede sangat merindukan kehidupan yang lebih layak di senja usianya. Beliau amat bermimpi untuk memiliki modal usaha yang stabil tanpa perlu berutang, mampu melunasi kontrakan dan memberikan tempat berteduh yang tenang, serta menjamin kebutuhan gizi harian dan biaya sekolah ketiga cucu yatimnya. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk menghentikan duka Abah Dede di jalanan, membebaskannya dari kelaparan, dan menghadirkan kedamaian bagi keluarga kecilnya.
Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Modal Usaha Layak, Pelunasan Utang & Kontrakan, serta Biaya Pemenuhan Hidup dan Sekolah Cucu Yatim Bagi Abah Dede!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo,Sobat Berdampak!
Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.
Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli