Di usia 68 tahun, Abah Dede harus mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk menembus dinginnya subuh demi mengais rezeki. Selama dua dekade, beliau menggantungkan nasib dengan berjualan lap keset keliling dari pagi hingga sore hari. Dari setiap lap seharga 7.500 hingga 15.000 rupiah yang berhasil dijual, Abah hanya mampu mengantongi keuntungan tipis sebesar 2.500 rupiah. Keuntungan yang teramat kecil itu harus diputar keras demi menghidupi istri serta anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, meski sering kali tak cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Pahitnya perjuangan di jalanan kerap menorehkan luka bagi Abah Dede. Demi menghemat biaya ongkos pulang yang mencapai 50 ribu rupiah, Abah bahkan rela menahan lapar dan bertaruh waktu dengan tidak makan seharian di jalan, atau menukar lap dagangannya dengan sebungkus makanan jika rasa lapar tak lagi tertahankan. Beliau bahkan sempat tinggal dan tidur di masjid selama dua tahun agar uang dagangannya tak habis tergerus ongkos transportasi. Kisah pilu tak berhenti di situ; Abah pernah terperosok ke selokan hingga basah kuyup, ditipu uang palsu, dicuri uang ongkos pulangnya, hingga dijahili pembeli yang berpura-pura memborong namun hanya memberi amplop berisi dua ribu rupiah.
Segala peluh dan air mata yang menetes di jalanan Abah pertaruhkan demi sang istri tercinta yang mengidap pengeroposan tulang parah. Dulu, sang istri sempat terbaring tak berdaya hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, sang istri bergantung penuh pada obat-obatan yang dikonsumsi selama tiga tahun terakhir—obat yang jika terhenti akan menimbulkan efek samping rasa sakit luar biasa pada tubuhnya. Kondisi ini kian memprihatinkan sebab rumah panggung tempat mereka bernaung sudah dalam keadaan lapuk dan bolong di berbagai sisi, bahkan fasilitas MCK pun hanya berpenutup sehelai kain.
Kini, langkah Abah Dede kian terhimpit oleh tunggakan modal sebesar 600 ribu rupiah yang membuat beliau tak bisa lagi mengambil barang dagangan. Di sisa usia tuanya, Abah hanya memendam impian sederhana: ingin melunasi utang modalnya, membawa sang istri berobat ke rumah sakit secara layak, serta memiliki modal untuk berjualan menetap di pasar atau sekolah. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya harapan untuk membebaskan Abah dari penderitaan jalanan dan menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya.
Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Pengobatan Istri, Pelunasan Utang, dan Modal Usaha Layak Bagi Abah Dede!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo,Sobat Berdampak!
Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.
Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli