Di usia yang tak lagi muda, Abah Dedi harus menguji keteguhan hatinya dalam menghadapi ujian hidup yang begitu berat. Dengan kondisi penglihatan yang sudah padam total akibat katarak dan kerusakan retina parah, beliau tetap nekat berjualan pisang demi menafkahi istri serta tujuh anaknya. Terpisah jarak dari keluarga tercinta demi mengais rezeki di kota orang, Abah terpaksa meraba kerasnya jalanan. Setiap langkahnya dipenuhi risiko—tak jarang beliau menyenggol kendaraan yang terparkir karena dunianya yang gelap gulita.

Perjuangan Abah Dedi di jalanan kerap berbalas pilu. Dari jualan yang sering kali hanya laku satu sikat pisang seharga 10 ribu rupiah, beliau harus membagi uangnya untuk nafkah keluarga dan makan dirinya sendiri. Pahitnya kehidupan makin terasa ketika beliau ditipu oleh pembeli tak bertanggung jawab menggunakan uang mainan dan uang sobek. Tak jarang pisang dagangannya tak kunjung laku hingga membusuk dan terpaksa dibagikan gratis. Bahkan di tempat menumpang, Abah kerap mendapat perlakuan memprihatinkan, seperti lauk makan yang disembunyikan hingga beliau terpaksa menahan lapar atau membeli lauk seadanya.

Himpitan ekonomi membuat Abah Dedi harus menanggung beban utang dan kasbon demi menutupi biaya hidup serta kebutuhan sekolah anak-anaknya. Di sela-sela waktu berjualannya, Abah sering kali melamun, memendam rasa rindu yang mendalam pada sang anak bungsu yang masih balita. Namun, di tengah penderitaan dan kegelapan yang mengepungnya, Abah memegang teguh prinsip hidupnya untuk tidak pernah meminta-minta atau mengemis belas kasih, melainkan terus memeras keringat secara halal.
Di balik dunianya yang gelap, Abah Dedi menyimpan impian bersahaja: ingin melunasi tunggakan utangnya dan memiliki warung kecil di dekat rumahnya agar bisa kembali berkumpul bersama anak istrinya tanpa harus mempertaruhkan keselamatan di jalanan. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk membebaskan Abah Dedi dari penderitaan dan menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya.

Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Pelunasan Utang, Kebutuhan Sekolah Anak, dan Modal Warung Usaha Layak Bagi Abah Dedi!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo,Sobat Berdampak!
Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.
Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli