Juang Lansia 87 Tahun Bertahan Hidup Dari Jual Mainan
Juang Lansia 87 Tahun Bertahan Hidup Dari Jual Mainan

Juang Lansia 87 Tahun Bertahan Hidup Dari Jual Mainan

Rp 14.715.007
terkumpul dari Rp 50.000.000
Donatur
199
Tercapai
29%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 04 November 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

14 September 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usianya yang telah menyentuh 87 tahun, Abah Didi harus terus memeras sisa-sisa tenaganya di tengah derita fisik yang teramat menyiksa. Selama lebih dari satu dekade, lansia renta ini mengadu nasib menjajakan mainan kecil seharga tiga hingga lima belas ribu rupiah dari sekolah ke sekolah hingga keramaian kota. Setiap hari, tanpa mengenal kata libur, Abah mengayunkan langkah tertatih-tatih mulai pukul enam pagi demi mengumpulkan rata-rata penghasilan 30 ribu rupiah per hari. Pendapatan yang amat minim itu sepenuhnya beliau alokasikan demi membiayai pendidikan dua buah hatinya yang masih duduk di bangku SMP dan SD, hingga Abah rela mengalah dan menganggap makan sekali sehari sudah lebih dari cukup bagi dirinya.

Ujian hidup yang ditanggung Abah Didi kian memilukan ketika melihat kondisi kesehatannya yang terus menggerogoti tubuh tuanya. Riwayat stroke lima tahun lalu akibat terjatuh saat memaksakan diri berjualan dalam keadaan pusing membuat pendengaran, penglihatan jarak jauh, hingga artikulasi bicaranya tak lagi sempurna. Tak berhenti di situ, serangan TBC paru-paru tiga tahun lalu makin memperparah asma kronis yang beliau idap. Sering kali rasa sesak napas yang hebat datang menyerang di tengah jalanan saat beliau sedang menjajakan mainannya. Namun, karena tak memiliki biaya untuk berobat secara intensif ke rumah sakit, Abah hanya bisa bertahan berbekal obat seadanya dari puskesmas sembari menahan nyeri di dadanya.

Beban mental yang dipikul keluarga kecil ini pun kian berat di tengah himpitan ekonomi yang mencekik. Meski sang istri turut memeras keringat berjualan keliling dengan penghasilan 40 ribu rupiah demi menopang dapur tetap ngebul, kebutuhan harian mereka tetap tak pernah cukup. Saat ini, Abah dan keluarga harus menanggung cicilan rumah tempat mereka bernaung selama dua tahun ke depan. Duka kian berlipat karena tunggakan SPP sekolah anak mereka telah menumpuk selama lebih dari satu tahun. Bayang-bayang ketakutan akan ijazah anak yang ditahan serta ancaman putus sekolah terus menghantui pikiran Abah dan istrinya setiap harinya.

Di balik napasnya yang tersengal-sengal dan fisiknya yang makin ringkih, Abah Didi pantang menyerah karena mimpi melihat anak-anaknya lulus sekolah adalah napas buatan bagi jiwanya. Beliau amat merindukan pengobatan medis yang layak untuk asma dan paru-parunya, pelunasan tunggakan SPP sekolah serta cicilan rumah, hingga modal usaha yang lebih manusiawi agar beliau bisa beristirahat di senja usianya. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk membebaskan Abah Didi dari penderitaan di jalanan, menjamin pendidikan buah hatinya, dan menghadirkan masa tua yang jauh lebih bermartabat.


Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Biaya Pengobatan Asma Kronis, Pelunasan Tunggakan SPP Anak & Cicilan Rumah, serta Modal Usaha Layak Bagi Abah Didi!

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 30.000
09 October 2026, 17:53