Di usianya yang telah menyentuh 91 tahun, Abah Edi seharusnya menikmati masa tua yang tenang. Namun, demi menafkahi istri serta dua cucu kecilnya yang yatim piatu, lansia renta ini terpaksa memikul lemari kayu seberat 20 kilogram di pundaknya untuk dijajakan berkeliling puluhan kilometer. Pengorbanan fisik selama 20 tahun ini telah meninggalkan jejak pilu di tubuhnya, pundak Abah kini telah menghitam akibat beban berat yang setiap hari menekan. Tak hanya itu, mata sebelahnya mengidap katarak hingga tak bisa melihat jelas, pendengarannya memudar, dan penyakit asam urat kronis kerap menyerang kaki serta tubuhnya, membuat setiap langkah Abah di jalanan terasa seperti siksaan yang menyiksa raga.
Satu per satu ujian pahit terus menghantam jalan hidup Abah Edi. Ia pernah ditabrak kendaraan hingga lemarinya hancur berkeping-keping, memaksa Abah menombok ganti rugi hingga harus terbaring sakit selama dua minggu tanpa pengobatan. Di jalanan, Abah juga kerap menjadi sasaran pemalakan oleh orang tak dikenal dan harus menelan mentah-mentah hinaan kasar dari orang-orang yang melihat kondisinya. Pahitnya hidup kian menyayat hati mengingat salah satu anaknya telah berpulang secara tragis saat mengantre pembagian sembako. Kini, dengan penyakit asam urat yang kian parah, Abah bahkan sudah seminggu tidak mampu berdiri dan berjualan, sementara sang istri di rumah juga terbaring lemah berjuang melawan penyakit bronkitis.
Di balik perjuangan yang menguras sisa tenaganya, Abah Edi harus menelan kenyataan pahit karena sering kali tidak membawa uang sepeser pun ke rumah. Jika lemari tak kunjung laku, Abah terpaksa berpuasa dan menahan lapar yang menggerogoti perutnya di sepanjang jalan. Demi menyambung hidup dan membeli modal lemari dari keuntungan yang tak seberapa, Abah terpaksa berutang ke sana-sini, termasuk kepada Pak RT dan kas masjid.
Di sisa senjanya, Abah Edi memendam sebuah impian sederhana yang sangat mulia. Ia sangat ingin terbebas dari jerat utang dan memiliki modal usaha warung kecil di rumahnya. Dengan warung tersebut, Abah tidak perlu lagi memikul beban belasan kilogram di jalanan yang merusak fisiknya, bisa mendampingi istrinya yang sakit, serta membesarkan kedua cucu yatim piatunya dengan layak. Uluran tangan kita hari ini adalah seberkas harapan dan jawaban atas doa hening Abah Edi di tengah penderitaannya, agar beliau bisa membasuh air mata dan menjalani sisa hidupnya dengan tenang dan bermartabat.
Mari Bentangkan Kebaikan, Bebaskan Utang dan Berikan Warung Usaha Layak untuk Abah Edi!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hallo, Sobat Berdampak!
Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.
Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan kini telah tersalurkan kepada Pak Sani, seorang pemuda dengan kondisi tunawicara dan difabel yang selama ini berjuang menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai driver ojek online.

Melalui dukungan para donatur, Pak Sani menerima bantuan berupa warung, kebutuhan pelengkap usaha, kebutuhan bahan pokok, serta santunan tunai. InsyaAllah, bantuan ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menghadirkan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga beliau.
Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi penyemangat bagi Pak Sani untuk terus berjuang, serta menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.
Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kebaikan yang kita titipkan hari ini dapat menjadi awal perubahan yang berarti bagi kehidupan sesama.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli