Bantu Penjual lemari Seberat 20 KG Menyambung Hidup
Bantu Penjual lemari Seberat 20 KG Menyambung Hidup

Bantu Penjual lemari Seberat 20 KG Menyambung Hidup

Rp 170.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
7
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 27 September 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

11 August 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.


Di usianya yang telah menyentuh 91 tahun, Abah Edi seharusnya menikmati masa tua yang tenang. Namun, demi menafkahi istri serta dua cucu kecilnya yang yatim piatu, lansia renta ini terpaksa memikul lemari kayu seberat 20 kilogram di pundaknya untuk dijajakan berkeliling puluhan kilometer. Pengorbanan fisik selama 20 tahun ini telah meninggalkan jejak pilu di tubuhnya, pundak Abah kini telah menghitam akibat beban berat yang setiap hari menekan. Tak hanya itu, mata sebelahnya mengidap katarak hingga tak bisa melihat jelas, pendengarannya memudar, dan penyakit asam urat kronis kerap menyerang kaki serta tubuhnya, membuat setiap langkah Abah di jalanan terasa seperti siksaan yang menyiksa raga.

Satu per satu ujian pahit terus menghantam jalan hidup Abah Edi. Ia pernah ditabrak kendaraan hingga lemarinya hancur berkeping-keping, memaksa Abah menombok ganti rugi hingga harus terbaring sakit selama dua minggu tanpa pengobatan. Di jalanan, Abah juga kerap menjadi sasaran pemalakan oleh orang tak dikenal dan harus menelan mentah-mentah hinaan kasar dari orang-orang yang melihat kondisinya. Pahitnya hidup kian menyayat hati mengingat salah satu anaknya telah berpulang secara tragis saat mengantre pembagian sembako. Kini, dengan penyakit asam urat yang kian parah, Abah bahkan sudah seminggu tidak mampu berdiri dan berjualan, sementara sang istri di rumah juga terbaring lemah berjuang melawan penyakit bronkitis.

Di balik perjuangan yang menguras sisa tenaganya, Abah Edi harus menelan kenyataan pahit karena sering kali tidak membawa uang sepeser pun ke rumah. Jika lemari tak kunjung laku, Abah terpaksa berpuasa dan menahan lapar yang menggerogoti perutnya di sepanjang jalan. Demi menyambung hidup dan membeli modal lemari dari keuntungan yang tak seberapa, Abah terpaksa berutang ke sana-sini, termasuk kepada Pak RT dan kas masjid. 

Di sisa senjanya, Abah Edi memendam sebuah impian sederhana yang sangat mulia. Ia sangat ingin terbebas dari jerat utang dan memiliki modal usaha warung kecil di rumahnya. Dengan warung tersebut, Abah tidak perlu lagi memikul beban belasan kilogram di jalanan yang merusak fisiknya, bisa mendampingi istrinya yang sakit, serta membesarkan kedua cucu yatim piatunya dengan layak. Uluran tangan kita hari ini adalah seberkas harapan dan jawaban atas doa hening Abah Edi di tengah penderitaannya, agar beliau bisa membasuh air mata dan menjalani sisa hidupnya dengan tenang dan bermartabat.


Mari Bentangkan Kebaikan, Bebaskan Utang dan Berikan Warung Usaha Layak untuk Abah Edi!

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
28 August 2026, 05:32