Di usianya yang telah menyentuh 74 tahun, Abah Enan menolak untuk pasrah pada nasib. Sejak tahun 1982, lansia tangguh ini setia menjajakan tali rafia gulung demi bertahan hidup. Namun, sejak lima tahun terakhir, raga tuanya kian digerogoti penurunan fungsi pendengaran dan penglihatan parah. Mata Abah kini tak lagi mampu melihat objek dengan jelas pada jarak lebih dari lima meter, membuatnya sering kali tersandung dan terjatuh di kerasnya jalanan. Tanpa biaya untuk berobat ke rumah sakit, Abah hanya bisa membasuh matanya yang perih dengan air minum kemasan di pinggir jalan demi menyapu debu agar penglihatannya tidak semakin memburuk.
Setiap hari, dari pagi hingga sore, Abah mengumpulkan sisa tenaganya untuk menyusuri jalan kaki sejauh dua hingga tiga kilometer, menawarkan tali rafia dari satu warung ke warung lainnya. Demi menarik perhatian pembeli, Abah bahkan rela menjual rugi tiga gulung tali rafia seharga Rp2.000 saja. Sayangnya, pengorbanan dan peluh yang menetes sering kali berbalas penolakan dingin dan keabaian. Pahitnya jalanan kian menyayat hati setelah usaha warung kecil yang dulu ia rintis bersama sang istri bangkrut total karena modalnya ludes akibat banyaknya tetangga yang berutang tanpa pernah membayarnya kembali.
Kehidupan ekonomi Abah Enan kini berada di titik yang teramat memprihatinkan. Jangankan untuk memeriksakan mata dan telinganya ke dokter, Abah bahkan masih terjerat utang modal sebesar Rp50.000 kepada pemilik tali rafia yang tak kunjung mampu ia lunasi. Penderitaan Abah kian bertambah karena rumah milik pribadinya kini telah hancur, rusak berat, dan tak lagi layak dihuni. Rasa tidak enak hati serta ketakutan menjadi beban bagi anak dan menantunya, yang bekerja sebagai sekuritimmemaksa Abah untuk terus memaksakan diri turun ke jalanan, meski kakinya gemetar dan matanya makin samar menatap masa depan.
Di sisa usianya, Abah Enan memendam impian yang teramat sederhana namun berarti besar bagi hidupnya. Ia merindukan kesembuhan agar mata dan telinganya dapat berfungsi kembali, terbebas dari jerat utang modal, serta memiliki cukup dana untuk merenovasi rumah tuanya yang rubuh. Abah hanya ingin bisa tinggal di atap rumahnya sendiri secara mandiri tanpa harus merasa membebani keluarganya. Uluran tangan kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang bagi penglihatan Abah Enan, sekaligus wujud kasih sayang untuk menghadirkan ketenangan dan kedamaian di senja usianya.
Mari Bentangkan Kepedulian, Bantu Pengobatan Mata dan Hadirkan Rumah Layak untuk Abah Enan!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hallo, Sobat Berdampak!
Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.
Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan kini telah tersalurkan kepada Pak Sani, seorang pemuda dengan kondisi tunawicara dan difabel yang selama ini berjuang menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai driver ojek online.

Melalui dukungan para donatur, Pak Sani menerima bantuan berupa warung, kebutuhan pelengkap usaha, kebutuhan bahan pokok, serta santunan tunai. InsyaAllah, bantuan ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menghadirkan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga beliau.
Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi penyemangat bagi Pak Sani untuk terus berjuang, serta menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.
Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kebaikan yang kita titipkan hari ini dapat menjadi awal perubahan yang berarti bagi kehidupan sesama.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli