Juang Abah Enan Jual Rafia Demi Menyambung Hidup
Juang Abah Enan Jual Rafia Demi Menyambung Hidup

Juang Abah Enan Jual Rafia Demi Menyambung Hidup

Rp 1.425.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
52
Tercapai
4%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 04 October 2026, 09:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

10 August 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usianya yang telah menyentuh 74 tahun, Abah Enan menolak untuk pasrah pada nasib. Sejak tahun 1982, lansia tangguh ini setia menjajakan tali rafia gulung demi bertahan hidup. Namun, sejak lima tahun terakhir, raga tuanya kian digerogoti penurunan fungsi pendengaran dan penglihatan parah. Mata Abah kini tak lagi mampu melihat objek dengan jelas pada jarak lebih dari lima meter, membuatnya sering kali tersandung dan terjatuh di kerasnya jalanan. Tanpa biaya untuk berobat ke rumah sakit, Abah hanya bisa membasuh matanya yang perih dengan air minum kemasan di pinggir jalan demi menyapu debu agar penglihatannya tidak semakin memburuk.

Setiap hari, dari pagi hingga sore, Abah mengumpulkan sisa tenaganya untuk menyusuri jalan kaki sejauh dua hingga tiga kilometer, menawarkan tali rafia dari satu warung ke warung lainnya. Demi menarik perhatian pembeli, Abah bahkan rela menjual rugi tiga gulung tali rafia seharga Rp2.000 saja. Sayangnya, pengorbanan dan peluh yang menetes sering kali berbalas penolakan dingin dan keabaian. Pahitnya jalanan kian menyayat hati setelah usaha warung kecil yang dulu ia rintis bersama sang istri bangkrut total karena modalnya ludes akibat banyaknya tetangga yang berutang tanpa pernah membayarnya kembali.

Kehidupan ekonomi Abah Enan kini berada di titik yang teramat memprihatinkan. Jangankan untuk memeriksakan mata dan telinganya ke dokter, Abah bahkan masih terjerat utang modal sebesar Rp50.000 kepada pemilik tali rafia yang tak kunjung mampu ia lunasi. Penderitaan Abah kian bertambah karena rumah milik pribadinya kini telah hancur, rusak berat, dan tak lagi layak dihuni. Rasa tidak enak hati serta ketakutan menjadi beban bagi anak dan menantunya, yang bekerja sebagai sekuritimmemaksa Abah untuk terus memaksakan diri turun ke jalanan, meski kakinya gemetar dan matanya makin samar menatap masa depan.

Di sisa usianya, Abah Enan memendam impian yang teramat sederhana namun berarti besar bagi hidupnya. Ia merindukan kesembuhan agar mata dan telinganya dapat berfungsi kembali, terbebas dari jerat utang modal, serta memiliki cukup dana untuk merenovasi rumah tuanya yang rubuh. Abah hanya ingin bisa tinggal di atap rumahnya sendiri secara mandiri tanpa harus merasa membebani keluarganya. Uluran tangan kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang bagi penglihatan Abah Enan, sekaligus wujud kasih sayang untuk menghadirkan ketenangan dan kedamaian di senja usianya.


Mari Bentangkan Kepedulian, Bantu Pengobatan Mata dan Hadirkan Rumah Layak untuk Abah Enan!

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
04 September 2026, 10:53