Di usianya yang telah menembus satu abad 107 tahun, Abah Endang seharusnya bisa menikmati sisa hidupnya dengan tenang. Namun, kenyataan pahit justru memaksa beliau dan sang istri yang berusia 77 tahun tinggal di sebuah saung seng sederhana yang berdiri menumpang di lahan milik orang lain. Ketenangan di tempat berteduh itu pun tak pernah mereka rasakan, sebab bayang-bayang penggusuran terus mengintai tempat tinggal mereka. Beban makin menyayat hati saat kondisi penglihatan sang istri kini kian memburuk dan hampir buta, hingga harus meraba-raba benda di sekitarnya hanya untuk sekadar melangkah.
Selama bertahun-tahun, Abah menggantungkan hidup dari warung kecil yang menjual kopi, gorengan, dan ketan bakar demi memberi makan istrinya. Namun, ujian berat datang bertubi-tubi. Dua tahun terakhir Abah harus berjuang melawan penyakit stroke yang menggerogoti tubuhnya, dipadu dengan insiden memilukan ketika gerobak dagangannya dirusak dan seluruh etalase beserta barang jualannya dicuri orang. Tanpa modal tersisa, Abah dan istri kini terpaksa berhenti berjualan selama berbulan-bulan, hidup terlunta-lunta, dan hanya bisa mengandalkan uluran tangan tetangga bahkan untuk sekadar mengambil air bersih.
Rasa sakit akibat stroke membuat Abah harus bergantung pada obat-obatan agar bisa melangkahkan kaki. Pahitnya, baik Abah maupun sang istri belum pernah sekalipun memeriksakan diri ke rumah sakit atau dokter mata karena ketiadaan biaya. Setiap rupiah yang terkumpul sering kali langsung dihabiskan hanya untuk membeli obat penahan sakit seadanya. Di tengah kondisi fisiknya yang rentan dan pusing yang sering menyerang, Abah tetap memikirkan nasib sang istri tercinta. Beliau merindukan hari di mana bisa kembali memiliki modal untuk berjualan dan membawa istrinya berobat secara layak.
Kisah Abah Endang adalah cermin dari keteguhan cinta dan perjuangan tanpa batas seorang suami di titik terendah kehidupannya. Jangan biarkan pasangan lansia yang amat sepuh ini terus tenggelam dalam derita, kegelapan, dan ketakutan akan kehilangan tempat berteduh. Bersama Ayo Kita Peduli, mari kita ulurkan tangan terbaik hari ini untuk membawa Abah Endang dan istrinya berobat ke rumah sakit, menghadirkan modal usaha baru, serta memastikan masa senja mereka dipenuhi kehangatan dan kelayakan.

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hallo, Sobat Berdampak!
Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.
Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan kini telah tersalurkan kepada Pak Sani, seorang pemuda dengan kondisi tunawicara dan difabel yang selama ini berjuang menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai driver ojek online.

Melalui dukungan para donatur, Pak Sani menerima bantuan berupa warung, kebutuhan pelengkap usaha, kebutuhan bahan pokok, serta santunan tunai. InsyaAllah, bantuan ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menghadirkan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga beliau.
Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi penyemangat bagi Pak Sani untuk terus berjuang, serta menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.
Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kebaikan yang kita titipkan hari ini dapat menjadi awal perubahan yang berarti bagi kehidupan sesama.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli