CAKUE TAK LAKU, ABAH KUSNA TAK BISA OBATI ISTRI SAKIT KOMPLIKASI
CAKUE TAK LAKU, ABAH KUSNA TAK BISA OBATI ISTRI SAKIT KOMPLIKASI

CAKUE TAK LAKU, ABAH KUSNA TAK BISA OBATI ISTRI SAKIT KOMPLIKASI

Rp 220.000
terkumpul dari Rp 50.000.000
Donatur
8
Tercapai
0%
Sisa waktu
15 hari

Diperbarui 03 November 2026, 09:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
KINDNESS FOR EVERYONE

Cerita

19 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usianya yang telah melampaui 60 tahun, Abah Kusna harus menanggung beban hidup yang teramat berat di atas pundak sepuhnya. Setiap pagi sejak pukul enam, lansia tegar ini melangkah menyusuri jalanan demi menjajakan cakue mini kepada anak-anak sekolah. Tanpa gerobak, Abah terpaksa memikul tanggungan kayu usang dan rusak yang beratnya mencapai lebih dari 30 kilogram. Tubuh rencinya tak jarang harus bergulat dengan rasa lelah ekstrem dan risiko bahaya jalanan. Pahitnya, Abah pernah tersandung batu hingga terjatuh di tepi jalan; tubuhnya tersungkur, kakinya berdarah, dan seluruh dagangannya berserakan di tanah hingga tak lagi bisa dijual. Namun, di balik kepedihan itu, sosoknya dikenal begitu ramah dan penuh kasih, bahkan beliau tak pernah ragu melayani anak-anak yang hanya membeli seharga seribu rupiah.

Rasa sakit di badan dan luka di kaki tak pernah sanggup menghentikan langkah Abah Kusna, sebab di rumah yang sederhana, sang istri tercinta sangat menggantungkan hidup padanya. Sudah empat bulan lamanya sang istri terbaring lemah tak berdaya akibat komplikasi penyakit jantung, lambung, darah tinggi, hingga saraf kejepit. Jangankan untuk berjalan, sekadar duduk atau bangun dari tempat tidur pun sang istri tak sanggup, hingga untuk makan dan minum harus dibantu sepenuhnya oleh Abah. Ditinggal sendirian di rumah saat Abah pergi berjuang mencari nafkah, sang istri hanya bisa berpasrah diri menanti kepulangan sang suami tercinta.

Himpitan ekonomi yang dialami keluarga kecil ini kian menyayat hati. Dari hasil jualan cakue mini yang tak menentu—hanya berkisar 15 hingga 30 ribu rupiah per hari setelah dipotong modal—Abah Kusna harus membagi uang tersebut untuk membeli beras, biaya berobat, hingga kebutuhan mendesak pampers harian sang istri. Tak jarang penghasilan yang minim itu sama sekali tak mencukupi, memaksa Abah dan istrinya bertahan hidup hanya dengan menyantap nasi putih bertabur garam. Demi memenuhi kebutuhan makan dan popok sang istri, Abah bahkan terpaksa berutang ke warung tetangga. Pengobatan medis berbasis BPJS yang selama ini diandalkan pun tak kunjung menunjukkan perkembangan signifikan, sementara keinginan Abah untuk membawa istrinya berobat secara mandiri selalu kandas karena keterbatasan biaya.

Ketegaran Abah Kusna adalah cermin pengorbanan dan cinta sejati seorang suami yang menolak menyerah pada keterbatasan usia serta nasib buruk. Beliau memiliki harapan sederhana namun begitu bermakna: melihat istrinya bisa berobat secara mandiri hingga sembuh dan berjalan kembali, memiliki gerobak dorong yang layak agar tak perlu lagi memikul beban 30 kilogram di pundaknya, serta modal usaha yang cukup untuk menyambung hidup. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya harapan untuk membebaskan Abah dari belenggu utang warung, meringankan beban fisik sepuhnya, serta menghadirkan perawatan medis terbaik bagi sang istri tercinta.


Mari Alirkan Kebaikan! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Biaya Pengobatan Medis Mandiri Sang Istri, Bantuan Gerobak Dorong Layak & Modal Usaha, Pemenuhan Kebutuhan Harian & Pampers, serta Pelunasan Utang Warung Abah Kusna! Klik BANTU SEKARANG!

  • Klik “DONASI SEKARANG”;
  • Masukkan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via e-mail.

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 


Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
23 October 2026, 09:40