Seharian Tak Laku Bantu Lansia Tukang Jasa Payung Hidupi Keluarga Di Kampung
Seharian Tak Laku Bantu Lansia Tukang Jasa Payung Hidupi Keluarga Di Kampung

Seharian Tak Laku Bantu Lansia Tukang Jasa Payung Hidupi Keluarga Di Kampung

Rp 1.785.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
53
Tercapai
5%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 14 February 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi

Cerita

11 September 2025
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Bayangkan usia 70 tahun. Orang lain mungkin sudah duduk tenang di rumah bersama keluarga, menikmati masa tua. Tapi tidak untuk Abah Sulaiman.

 

Setiap hari, Abah berjalan menyusuri jalanan Bandung. Menggendong tas kecil berisi kawat berkarat dan alat service seadanya. Satu-satunya keahlian yang ia punya sejak muda yaitu memperbaiki payung.

 

 

Bukan usaha yang menjanjikan. Penghasilan sehari kurang dari Rp 30.000, bahkan tidak ada sama sekali.

Tapi Abah tetap berkeliling, mencari nafkah bagi keluarga di kampung. Tanpa tempat tinggal.

 

Jika lelah, Abah akan mencari masjid. Tidur di belakangnya, meringkuk tanpa alas, hanya berteman sarung tipis dan bantalan tas.

Setiap kali bisa makan dari pemberian orang baik, hati Abah berat.

“Enak ya, bisa makan. Tapi… istri dan cucu saya di kampung, mereka makan apa hari ini?”

Air mata tak selalu jatuh, tapi perasaan itu terus menghantui.