Tertabrak Motor Hingga Es nya Berserakan, Bantu Abah Ujang Sekarang
Tertabrak Motor Hingga Es nya Berserakan, Bantu Abah Ujang Sekarang

Tertabrak Motor Hingga Es nya Berserakan, Bantu Abah Ujang Sekarang

Rp 1.970.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
76
Tercapai
6%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 20 October 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

28 August 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Setiap pagi sekitar pukul delapan, Abah Ujang mendorong gerobak es mambonya keluar rumah. Es itu buatan tangan istrinya, dan Abah yang menjualnya berkeliling, satu es seharga seribu sampai dua ribu rupiah. Ia baru pulang menjelang maghrib. Dalam sehari, jarak yang ditempuhnya bisa lebih dari sepuluh kilometer, dengan kaki yang sudah menopang tubuhnya selama delapan puluh empat tahun. Pekerjaan ini sudah dijalaninya enam tahun terakhir, setelah sebelumnya bertahun-tahun bekerja sebagai tukang sampah.

Dari seharian berjalan itu, Abah biasanya membawa pulang sekitar lima puluh ribu rupiah. Setelah dipotong modal untuk es, plastik, dan perasa, yang benar-benar menjadi miliknya tinggal sedikit sekali. Sering kali tidak cukup. Untuk lauk, Abah pernah hanya makan nasi dengan garam. Obat untuk istrinya seharga seratus tiga puluh empat ribu rupiah sampai kini belum juga terbeli — padahal istrinya sudah dua kali menjalani penanganan pada telinganya, yang selama ini dikira sakit kepala biasa. Ketika tim survei menemuinya sore itu, sejak pagi Abah baru memperoleh dua ribu rupiah. Ia memilih menahan lapar dan tetap mendorong gerobaknya.

Yang membuat hidup Abah semakin berat bukan hanya penghasilan yang tipis, tapi betapa mudahnya ia kehilangan yang sedikit itu. Ia pernah menerima uang palsu dari pembeli, sehingga es yang terjual seharian berujung tanpa hasil, dan hari itu ia gagal membeli obat. Ia pernah dibawa masuk ke sebuah mobil oleh dua orang, uangnya diambil, lalu diturunkan di tengah jalan dan harus berjalan jauh kembali menghampiri gerobaknya. Gerobaknya pernah ditabrak motor sampai terjungkal, esnya berhamburan di jalan, dan pengendaranya pergi begitu saja. Ia juga pernah pulang dari luar kota dan mendapati barang-barangnya sudah dikeluarkan dari kontrakan. Hari ini Abah dan istrinya menumpang di rumah milik orang lain yang berbaik hati, dan hanya membayar listriknya saja. Abah punya dua anak, tetapi tidak ada yang merawatnya. Ketika ia sakit, yang menolong justru orang lain. Setiap kali percakapan menyentuh soal anak-anaknya, matanya berkaca-kaca.

Harapan Abah sederhana dan sangat masuk akal: memiliki kios kecil untuk berjualan, supaya di usia setua ini ia tidak perlu lagi berjalan puluhan kilometer demi penghasilan yang tak seberapa. Di usia yang seharusnya menjadi masa beristirahat, Abah masih berjuang setiap hari, untuk dirinya, dan untuk istri yang menunggunya pulang.

campaign dan berdonasi dengan cara: 

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Hamba Allah
Rp 20.000
20 September 2026, 05:23