Diperbarui 27 October 2026, 13:15 WIB
Di usianya yang telah menyentuh 71 tahun, Abah Ujang pantang bertopang lengan dan menyerah pada keadaan. Lansia tegar ini tetap kokoh memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga demi menafkahi istri tercinta. Setiap hari, Abah menyusuri jalanan hingga puluhan kilometer sambil memikul beban tanggungan cincau yang beratnya mencapai 40 hingga 60 kilogram—bahkan melampaui berat badannya sendiri. Di tengah fisik yang kian merenta, beliau menolak menjadi beban bagi anak-anaknya. Rasa cinta dan rasa tanggung jawab yang membendung di dadanya membuat Abah bersikeras mengais rezeki halal lewat tetesan keringatnya sendiri.

Namun, roda kehidupan Abah Ujang kini berputar kian berat dan tajam. Bila dahulu cincau buatannya bisa habis terjual, kini hasil usahanya amat jauh dari kata cukup. Dengan modal puluhan ribu rupiah untuk membeli bahan baku gula dan daun segar, Abah sering kali hanya mengantongi penghasilan Rp15.000 hingga Rp30.000 sehari. Jika dagangan sepi, cincau buatan Abah terpaksa dibuang karena tidak tahan lama. Demi menghemat dan mengganjal rasa lapar yang membakar perut di jalanan, Abah kerap meminum sendiri cincau dagangannya. Pahitnya lagi, caci maki dan hinaan kasar dari pembeli pun pernah beliau telan bulat-bulat dengan penuh kesabaran tanpa pernah membalas.

Perjuangan tanpa henti ini kian terasa memilu tatkala melihat kondisi di rumah sederhananya. Sang istri mengidap rematik parah hingga tak mampu lagi berjalan jauh, hanya bisa beraktivitas terbatas di sekitar rumah. Ketakutan akan besarnya biaya rumah sakit membuat Abah dan sang istri hanya bisa berobat seadanya ke puskesmas atau terapi tradisional setempat, sembari pasrah menerima keadaan. Dapur rumah mereka pun masih sangat memprihatinkan dan mengandalkan kayu bakar (hawu) untuk memasak harian, menambah kerumitan aktivitas harian di usia senja mereka.

Meskipun hidup dalam lingkaran keterbatasan, ketulusan hati Abah Ujang tak pernah luntur. Beliau tak pernah ragu memberikan cincau secara gratis kepada anak-anak kecil yang tidak memiliki uang. Kini, harapan Abah amat tulus dan bersahaja: beliau mendambakan kesembuhan rematik sang istri lewat pengobatan medis yang layak, serta sedikit rezeki untuk merenovasi dapur dan rumah sederhananya agar lebih aman dihuni. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya kebaikan yang amat berarti untuk membebaskan Abah Ujang dari beban beban pikulan yang berat di usia tuanya. Mari bersama-sama kita bantu Abah Ujang dan sang istri agar bisa mengenyam masa tua yang penuh kedamaian dan kelayakan.
Mari Alirkan Kebaikan! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Pengobatan Medis Rematik Sang Istri, Renovasi Dapur & Rumah Layak, Bantuan Modal Usaha Rumahan, serta Pemenuhan Kebutuhan Sembako Harian Abah Ujang! Klik BANTU SEKARANG!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.