Diperbarui 16 October 2026, 03:00 WIB
Di usianya yang telah menyentuh 85 tahun, Abah masih terus melangkah tanpa lelah. Sejak tahun 1980-an, beliau setia menjajakan dagangan tahunya di area pom bensin demi menafkahi istri dan anak yang masih menjadi tanggungannya. Tubuh rentanya yang makin digerogoti penyakit maag kronis tak pernah mengikis semangatnya. Uniknya, di sela-sela usahanya, jemari Abah tak pernah berhenti memegang tasbih, melantunkan zikir di setiap helaan napas, dan selalu melangkah ke masjid setiap kali azan berkumandang bahkan tak ragu ikut membersihkan tempat ibadah tersebut agar selalu nyaman digunakan.

Namun, ketulusan hati Abah sering kali diuji oleh kerasnya kehidupan. Uang hasil jualannya yang tak seberapa pernah dicuri orang saat beliau tengah menunaikan sholat. Tak hanya itu, uluran dagangannya tak jarang ditolak, bahkan kerap dimintai paksa oleh preman saat modalnya saja belum kembali. Ada kalanya dari seluruh barang dagangan yang dibawa, Abah hanya bisa membawa pulang uang puluhan ribu rupiah saja. Piring makannya pun kini hanya terisi bubur atau kupat, bahkan sering kali hanya berkuahkan kecap manis karena keterbatasan ekonomi.

Rasa lelah yang amat sangat kerap menyergap tubuh rentanya hingga Abah terpaksa beristirahat sejenak di masjid karena pusing dan lemas. Kesedihan itu makin bertambah saat beliau harus kembali ke rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Atap rumah tempat keluarganya berteduh sudah lapuk dimakan usia, bahkan atap kamar mandinya telah hampir roboh dan membahayakan keselamatan. Di sisa usianya, impian Abah sungguh bersahaja: beliau hanya ingin menambah modal usaha agar bisa berjualan dengan tenang, serta mempersiapkan segala kebaikannya sebelum kelak dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Kisah Abah adalah cermin keteguhan iman dan perjuangan tanpa batas yang patut kita apresiasi. Jangan biarkan lansia setangguh beliau terus berjuang sendirian dalam himpitan kemiskinan dan bayang-bayang bahaya atap rumah yang lapuk. Bersama Ayo Kita Peduli, mari kita rapatkan barisan untuk bantu perbaiki rumah Abah, berikan tambahan modal usaha, dan hadirkan kehidupan yang lebih layak untuk masa senjanya.

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.