Di usianya yang telah memasuki senja, Abah Usup (62 tahun) harus menjalani hidup sebatang kara dalam sunyi dan keterbatasan. Sepeninggal sang istri empat tahun lalu, beliau memilih melangkah pergi dari rumah anak sambungnya karena tak ingin membebankan siapa pun. Warga sekitar yang iba akhirnya bergotong royong membuatkan sebuah saung sepetak berbahan bilik bambu sederhana. Namun, tempat bernaung itu jauh dari kata layak; atapnya bolong-bolong hingga kerap membuat kasurnya basah kuyup saat hujan deras. Jika cuaca tak bersahabat, lansia sebatang kara ini terpaksa mengungsi dan tidur menumpuk di depan warung warga.

Demi menyambung nyawa tanpa harus mengemis belas kasih, Abah Usup rela berjalan puluhan kilometer setiap hari. Sembari memikul kursi kayu, alat timbangan, dan tensi pemberian orang baik, beliau menyusuri pasar hingga area pabrik untuk menawarkan jasa pijat dan ukur tekanan darah. Penghasilannya amat tak menentu, sering kali hanya mengantongi dua ribu rupiah dari jasa tensi. Karena kepolosan dan kondisi fisiknya yang amat lelah, tak jarang uang kecil hasil keringatnya dimanfaatkan atau dipinjam orang-orang tak bertanggung jawab tanpa pernah dikembalikan.

Penderitaan Abah Usup kian berat karena penyakit hernia parah yang diidapnya selama empat tahun terakhir. Tanpa biaya operasi, benjolan hernia tersebut tak hanya menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa saat memikul beban, tetapi juga membuatnya kesulitan menahan buang air kecil. Pahitnya lagi, ketika fisiknya ambruk dan tak sanggup berdiri, Abah hanya bisa terbaring sendirian di dalam saung sepi selama tiga hingga empat hari, mengganjal perutnya yang lapar hanya dengan tegukan air putih karena tak mampu membeli obat maupun makanan.

Meski dihimpit rasa sakit dan kemiskinan, Abah Usup memegang teguh prinsipnya untuk tidak pernah meminta-minta atau berutang. Beliau lebih memilih berpuasa dan menahan lapar daripada merepotkan tetangga sekitar. Di balik kondisinya yang kian rapuh, Abah memendam asa bersahaja: merindukan pengobatan medis yang layak untuk hernianya serta memiliki tempat tinggal yang aman dan kering di masa tuanya. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah wujud kasih nyata untuk membebaskan Abah Usup dari penderitaan dan memuliakan senja usianya.
Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Biaya Operasi Hernia, Pemenuhan Kebutuhan Hidup, dan Hunian Layak Bagi Abah Usup!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo,Sobat Berdampak!
Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.
Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli