Di tengah terik dan dinginnya subuh, Abah Wawan melintasi jalanan demi menyambung nyawa keluarga kecilnya. Lebih dari sepuluh tahun lamanya, lansia tegar ini berjuang mengumpulkan paku bekas dengan menyeret tubuhnya di atas roda papan rakitan sederhana yang dibuat dari roda mainan anaknya. Kaki kirinya mengalami disabilitas parah akibat menjadi korban tabrak lari saat sedang mencari rongsok. Tanpa biaya untuk operasi medis senilai puluhan juta rupiah, pengobatan seadanya yang hanya dibungkus kardus membuat kakinya bengkok permanen dan memicu kelumpuhan bertahap pada kaki kanannya. Penderitaannya kian menyayat hati saat musim hujan tiba; tubuh Abah yang hampir menempel dengan aspal sering kali harus tergenang air banjir di tengah kencangnya arus jalanan.

Demi mendapatkan paku kiloan yang hanya dihargai Rp4.000 per kilogramnya, Abah Wawan rela menyusuri jalanan sejak pukul lima subuh. Penghasilan kotor sebesar 20 hingga 30 ribu rupiah per hari sering kali tak cukup untuk membeli lauk-pauk, hingga keluarga ini sudah terbiasa bertahan hidup hanya dengan menyantap nasi putih tanpa lauk. Pahitnya lagi, perjuangan jujur Abah sering kali dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar. Dituduh mengemis hingga dipaksa membuktikan kondisi fisik kakinya yang bengkok adalah makanan sehari-hari yang harus ditelannya dengan penuh kesabaran demi membawa pulang rezeki halal untuk istri dan anak-anaknya.

Di balik peluh dan rasa sakit pusing yang kerap menyerang kepalanya saat dipaksa berjalan, Abah Wawan menyimpan cinta yang teramat besar untuk anak-anaknya. Beliau tak ingin nasib kedua buah hatinya berakhir kelam seperti dirinya. Meski anak pertamanya terpaksa putus sekolah akibat himpitan ekonomi, Abah berjuang mati-matian agar anak bungsunya yang kini duduk di kelas 5 SD tetap bisa mengenyam pendidikan layak. Demi membelikan seragam dan peralatan sekolah sang anak, Abah bahkan nekat memberanikan diri mengikuti arisan mingguan sebesar Rp100.000, yang kini menjelma menjadi beban tunggakan arisan hingga 10 kali bayar yang amat berat untuk ditanggungnya.
Setiap tetes keringat Abah Wawan adalah wujud ketegaran seorang ayah yang menolak menyerah pada keterbatasan fisik dan garis takdir. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas harapan untuk membebaskan Abah dari penderitaan menyeret tubuh di aspal, melunasi tunggakan biaya sekolah anaknya, serta memberikan bantuan modal usaha yang layak dan pemeriksaan medis bagi kakinya. Mari bersama-sama ringankan beban langkah Abah Wawan agar beliau dan keluarganya bisa menyongsong masa depan yang lebih bermartabat dan penuh kepastian.

Mari Alirkan Kebaikan! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Modal Usaha Layak, Biaya Pengobatan & Alat Bantu Mobilisasi, Pelunasan Tunggakan Sekolah Anak, serta Pemenuhan Kebutuhan Hidup Abah Wawan! Klik BANTU SEKARANG!
- Klik “DONASI SEKARANG” :
- Masukkan nominal donasinya :
- Pilih metode pembayaran :
- Dapatkan laporan via e-mail :

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com