Di usianya yang kian senja, Abah Yanto harus menelan pahitnya duka sebatang kara. Setelah ditinggal wafat oleh anak tunggalnya dan uangnya dibawa kabur oleh sang istri, kini beliau hidup seorang diri tanpa sandaran keluarga. Demi menyambung nyawa dan mengisi perutnya yang kosong, Abah nekat berjualan cilok keliling setiap hari tanpa mengenal kata libur dari jam delapan pagi hingga sepuluh malam. Beliau tinggal di sebuah kontrakan amat sederhana yang biaya sewanya ditanggung oleh sang pemilik modal cilok, sebab penghasilan bersih Abah yang hanya berkisar sepuluh hingga dua puluh ribu rupiah sehari jangankan untuk sewa tempat, untuk makan layak pun amat terbatas.

Perjuangan Abah Yanto di jalanan dipenuhi dengan pengorbanan yang begitu memilukan. Menjual cilok seharga 500 rupiah per butir, Abah hanya mengantongi keuntungan 200 rupiah saja setelah dipotong setoran. Tak jarang dagangannya sepi dan hanya menyisakan untung lima ribu rupiah dari pagi hingga malam, hingga beliau terpaksa makan nasi hanya berlaukkan kerupuk atau gorengan. Bahkan jika ciloknya tidak laku sama sekali, Abah terpaksa memakan barang dagangannya sendiri demi mengganjal lapar, atau harus 'memeluk' puasa karena tak ada sepeser pun uang yang bisa dibelikan makanan.

Ujian fisik yang ditanggung Abah Yanto pun teramat berat dan menyayat hati. Akibat pernah menjadi korban tabrak lari sewaktu bekerja sebagai sopir dahulu, Abah sempat koma selama dua bulan dengan kondisi kaki patah berpen, serta kehilangan tiga tulang rusuk dan bahunya. Dampaknya, hingga kini beliau harus menyeret kakinya saat berjalan memikul dagangan, serta sering kali menderita kram usus yang hebat. Tanpa biaya untuk berobat, Abah hanya bisa mengompres perutnya menggunakan botol air hangat seadanya. Kejamnya jalanan pun berulang kali menghampirinya—mulai dari gerobaknya yang tiga kali ditabrak hingga rusak tanpa ganti rugi, hingga tuduhan fitnah pencurian yang melukai hatinya.

Di tengah rasa lelah yang teramat sangat dan kepasrahannya menjalani takdir, Abah Yanto memendam impian bersahaja: beliau amat merindukan pengobatan medis yang layak agar tak lagi menahan nyeri kram usus, serta memimpikan sepeda motor roda tiga untuk berjualan agar tak perlu lagi menyeret kakinya yang sakit sejauh puluhan kilometer. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk menghentikan duka Abah Yanto di jalanan, membalas ketulusan perjuangannya, dan menghadirkan kehidupan yang jauh lebih layak di senja usianya.
Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Pengobatan Medis, Pemenuhan Kebutuhan Hidup, dan Modal Usaha Motor Bagi Abah Yanto!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo,Sobat Berdampak!
Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.
Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli