Rujak Tak Laku, Abah Yayat Tak Bisa Obati Ptosis
Rujak Tak Laku, Abah Yayat Tak Bisa Obati Ptosis

Rujak Tak Laku, Abah Yayat Tak Bisa Obati Ptosis

Rp 280.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
9
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 06 September 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

05 August 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usianya yang telah menyentuh 75 tahun, Abah Yayat harus memikul beban hidup yang teramat berat di pundak rentanya. Setiap hari dari jam delapan pagi hingga lima sore, langkah kaki Abah menyusuri jalanan sambil memikul dagangan rujak di bawah terik matahari yang menyengat. Rasa kantuk dan lelah luar biasa kerap menyerang di tengah jalan, namun Abah menolak berhenti. Tanpa bantuan dari anak-anaknya, jualan rujak adalah satu-satunya penopang napas keluarga untuk memberi makan sang istri yang makin sepuh dan membiayai sekolah cucunya yang kini duduk di bangku kelas dua SMP usai ditinggalkan kedua orang tuanya yang bercerai.

Roda kehidupan seolah tak pernah berhenti menguji keteguhan hati Abah. Tak jarang, Abah harus menahan lapar di sepanjang jalan hingga terpaksa mengikat perutnya erat-erat agar rasa perih itu berkurang. Modal buah-buahan pun sering kali didapat dari hasil berutang yang baru bisa dibayar setelah dagangan laku saat perjalanan pulang. Pahitnya lagi, ketika tumpukan utang beras di warung dan tunggakan sekolah cucunya kian membendung, Abah justru pernah kemalangan kehilangan uang hasil borongan dagangannya. Namun di tengah kelaparan dan keterbatasan itu, kemuliaan hati Abah tak pernah luntur; beliau tetap rela membagikan rujaknya secara gratis kepada orang yang meminta tanpa sanggup membayar.

Penderitaan Abah kian menyayat hati jika melihat kondisi fisik dan jiwanya yang tak tersentuh bantuan medis. Kelopak mata kiri Abah mengalami ptosis (kelopak mata turun hingga menutup penglihatan) akibat patukan ayam di masa lalu yang dibiarkan tanpa pengobatan karena ketiadaan biaya. Di rumah, sang istri yang sudah tua pun terpaksa memeras keringat menjadi buruh tanam padi demi upah lima puluh ribu rupiah, meski kepalanya sering dihantam sakit pusing yang tak kunjung diobati. Dalam kesederhanaannya, Abah memendam impian yang teramat tulus: beliau hanya ingin memiliki gerobak dorong yang lebih besar agar tak lagi menyiksa bahunya dengan beban pikulan, serta modal usaha yang cukup demi membebaskan keluarganya dari jerat utang.

Kisah Abah Yayat adalah cermin keteguhan cinta seorang kepala keluarga yang rela mengorbankan sisa tenaganya demi menjaga senyum dan masa depan sang cucu. Jangan biarkan bahu renta ini terus memikul beban kehidupan yang teramat berat sendirian di masa senjanya. Uluran tangan dan kepedulian dari kita hari ini adalah seberkas harapan yang sanggup melunasi utang-utangnya, menyembuhkan sakitnya, dan mewujudkan impian gerobak layak untuknya. Bersama Ayo Kita Peduli, mari ulurkan bantuan terbaikmu untuk Abah Yayat dan keluarganya sekarang juga.

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
07 August 2026, 05:45

Semoga allah melindungi dan melamcarkan rezeki abah, diberikan kesembuhan dan kesehatan. Semoga allah melancarkan rezekiku, mengampuni dosa-dosa dan melindungi kita semua