Di usia yang baru menginjak 10 tahun, Arpan seharusnya menghabiskan sore dengan bermain bersama teman-teman atau beristirahat setelah pulang sekolah. Namun, kenyataan membawanya pada kehidupan yang berbeda. Begitu bel pulang berbunyi, Arpan segera mengambil dagangannya lalu berjalan menyusuri jalanan demi mencari nafkah.
Jarak yang ditempuh tidaklah dekat. Dengan langkah kecilnya, Arpan berkeliling menawarkan dagangan kepada siapa saja yang ditemui. Rasa lelah, panas, dan hujan bukan lagi hal asing baginya. Semua itu ia jalani demi membawa pulang sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama sang Abah.
Sejak kecil, Arpan dibesarkan oleh kakeknya. Kedua orang tuanya bekerja di luar kota sehingga Arpan tumbuh dalam pelukan dan kasih sayang sang Abah. Kini, usia Abah yang semakin renta membuat beliau tak lagi mampu bekerja sekuat dulu. Tanpa mengeluh, Arpan memilih membantu, meski usianya masih sangat belia.
Di balik wajah polosnya, tersimpan tanggung jawab yang begitu besar. Arpan tak pernah meninggalkan sekolah, tetapi ia juga tak ingin melihat Abah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Harapannya sederhana, bisa terus belajar, membantu Abah, dan suatu hari nanti mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik.
Orangf baik, perjuangan Arpan menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berbakti kepada keluarga. Namun, tak seharusnya seorang anak memikul beban hidup sendirian. Mari bersama ringankan langkah Arpan agar ia dapat tetap bersekolah, menikmati masa kecilnya, dan menemani Abah menjalani hari tua dengan lebih tenang.
