Lahir Tak Sempurna, Bantu Dirman Berjuang Demi Sekolah Adik dan Berobat Ibu!

Lahir Tak Sempurna, Bantu Dirman Berjuang Demi Sekolah Adik dan Berobat Ibu!

Rp 200.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
6 Donatur
27 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 01 May 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Amal Baik Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

27 April 2026

“Dengan tubuh yang sejak lahir tak sempurna, Dirman tetap memaksa dirinya kuat—karena keluarganya tak punya siapa-siapa selain dia.”


Setiap pagi, bahkan sebelum azan Subuh berkumandang, Dirman sudah melangkah keluar dari rumah kecilnya. Dengan kondisi tubuh yang lemah sejak lahir dan langkah yang sempoyongan akibat gangguan saraf, ia berjalan menembus dingin dan jarak menuju pasar yang berjarak belasan kilometer dari rumahnya. Bukan untuk mengejar mimpi, bukan untuk mencari kenyamanan. Tapi demi memastikan keluarganya tetap bisa makan hari ini.


Di pasar, Dirman berjualan sayuran dan palawija titipan milik tetangganya. Keuntungannya sangat kecil. Siang hari, ia melanjutkan pekerjaan sebagai buruh angkut. Siapa pun yang memanggil, ia datang. Apa pun bebannya, ia pikul. Upahnya hanya sekitar Rp30.000 sampai Rp45.000 sehari. Jumlah yang bahkan sering tak cukup.


Uang itu langsung habis untuk membeli beras, obat ibunya, dan keperluan sekolah adiknya. Tak pernah benar-benar ia simpan. Tak pernah ia gunakan untuk dirinya sendiri. “Kadang nggak cukup… tapi ya dipaksain cukup,” ucapnya lirih.



Ayah Dirman telah lama meninggal. Sejak itu, hidup memaksanya menjadi sandaran keluarga. Ia menghidupi ibunya, Eet (52), yang sudah sakit sakitan, dan adiknya, Agus (15), yang masih sekolah. Setiap hari, Dirman membawa pulang uang seadanya. Bukan untuk ditabung. Bukan untuk kesenangan. Tapi agar dapur tetap mengepul. Tak ada sisa, tak ada jaminan esok, tak ada rasa aman. “Dirman cuma pengen mamah sehat… sama Agus bisa sekolah tinggi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.


Sore hari, perjuangan belum selesai. Ia masih bekerja di pengolahan singkong milik tetangga hingga tubuhnya benar-benar lelah. Namun, Dirman tetap bertahan, meski tubuhnya lemah, meski upahnya sangat kecil, meski hidupnya penuh kekurangan. Karena ia tahu, jika ia berhenti, keluarganya akan kehilangan segalanya.


Insan Baik, Dirman sudah melakukan segalanya semampunya. Sekarang, mari kita bantu dia agar tak lagi berjuang sendirian. Jangan biarkan Dirman terus berjuang sendirian. Mari ulurkan tanganmu hari ini, agar keluarganya bisa bertahan esok hari.


1. Klik Donasi Sekarang

2. Masukan nominal donasinya

3. Pilih metode pembayaran

4. Dapatkan laporan via email

 


Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk modal usaha, biaya Pendidikan dan penunjang kebutuhan Dirman. Juga akan digunakan untuk penerima manfaat lain serta program sosial kemanusiaan lainnya dibawah naungan Amal Baik Insani.


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

29 April 2026 - 22:53
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik

Bantu Bocah Hidrosefalus Penjual Sayur Berjuang Demi Sekolah Adik dan

Amal Baik Insani
Telah mengajak 0 orang berdonasi
Rp 0