Tubuh Ringkih Dan Sesak Nafas, Bantu Abah Didi Lansia Yang Ngebadut Demi Bertahan Hidup!

Tubuh Ringkih Dan Sesak Nafas, Bantu Abah Didi Lansia Yang Ngebadut Demi Bertahan Hidup!

Rp 0
terkumpul dari Rp 35.000.000
0 Donatur
45 hari lagi
BANTU SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 18 August 2026 15:00 WIB

Penggalang Dana

Global Sedekah Movement

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

18 August 2026

Abah Didi menjalani hidup dengan mengerjakan berbagai pekerjaan yang masih sanggup ia lakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini, di usia 76 tahun, Abah masih harus bekerja sebagai badut keliling.

Dengan mengenakan kostum badut, Abah berjalan dari satu tempat ke tempat lain, berharap ada orang yang berkenan memberikan sedikit rezeki untuknya. Sebelum menjadi badut keliling, Abah pernah mengayuh becak dan berjualan kerupuk kulit. Namun, seiring bertambahnya usia, tenaga Abah tak lagi sekuat dulu. Menjadi badut keliling akhirnya menjadi salah satu pekerjaan yang masih mampu ia lakukan untuk mendapatkan penghasilan.

Abah juga menjalani kehidupan seorang diri di tanah perantauan. Sejak berpisah dengan istrinya pada tahun 2019, tidak ada lagi keluarga yang menemani hari-harinya. Di kampung halaman pun sudah tidak ada sanak saudara yang bisa menjadi tempat Abah bergantung. Setiap hari, Abah mendapatkan penghasilan sekitar Rp50.000, itu pun tidak selalu didapatkan. Uang tersebut harus cukup untuk makan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membayar tempat tinggal.

Saat ini, Abah tinggal bersama seorang tetangga di sebuah rumah kontrakan sederhana. Biaya kontrakan sebesar Rp1.000.000 per bulan dibagi dua, sehingga Abah harus menanggung sekitar Rp500.000 setiap bulannya. Di usia yang sudah renta, pekerjaan ini sebenarnya tidak mudah bagi Abah. Saat mengenakan kostum badut dan berjalan menghibur anak-anak, Abah kerap merasakan sesak napas dan nyeri di bagian dada. Ketika rasa sakit itu datang, Abah terpaksa berhenti bekerja dan pulang lebih awal. Namun, berhenti bekerja juga bukan pilihan yang mudah. Sebab, ketika Abah tidak bekerja, tidak ada penghasilan yang bisa digunakan untuk membeli makan ataupun membayar kontrakan. Karena itu, meski tubuhnya sudah lelah dan rasa sakit kembali datang, Abah tetap berusaha bekerja selama masih mampu. Rasa sesak dan nyeri dada tersebut sebenarnya sudah lama dirasakan Abah. Sayangnya, hingga kini ia belum bisa memeriksakan kondisi kesehatannya karena tidak memiliki biaya untuk berobat. Abah hanya bisa menahan rasa sakit dan berharap kondisinya membaik dengan sendirinya. Perjuangan Abah juga tidak selalu berjalan mudah. Saat mencari nafkah sebagai badut keliling, Abah pernah diamankan aparat selama sekitar satu minggu karena aktivitasnya di ruang publik. Meski mengalami hal tersebut, Abah memilih tetap tegar dan tidak menyalahkan siapa pun.

Kini, Abah membutuhkan uluran tangan agar masa tuanya tidak harus terus dihabiskan dengan menahan sakit sambil mencari nafkah seorang diri. Mari bersama menjadi harapan untuk Abah Didi. Bantuan dari Sahabat Baik akan digunakan untuk: Membantu memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan sehari-hari Abah. Membantu biaya kontrakan tempat Abah tinggal. Membantu pemeriksaan dan pengobatan kondisi kesehatan Abah. Membantu menyediakan modal usaha kecil agar Abah memiliki sumber penghasilan yang lebih layak. Membantu kebutuhan lain yang paling mendesak sesuai kondisi Abah.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik