Bantu Abah Penjual Mainan Yang Kakinya Pincang Berjuang Demi Bertahan Hidup!
Bantu Abah Penjual Mainan Yang Kakinya Pincang Berjuang Demi Bertahan Hidup!

Bantu Abah Penjual Mainan Yang Kakinya Pincang Berjuang Demi Bertahan Hidup!

Rp 0
terkumpul dari Rp 35.000.000
Donatur
0
Tercapai
0%
Sisa waktu
45 hari

Diperbarui 22 October 2026, 14:06 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Kolaborasi Teman Baik
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
DIUSIA 80TAHUN DAN RINGKIH. Abah Doi Masi Jualan Mainan Jadul Yang Susah Lakunya

Cerita

22 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat, Abah Doi justru masih harus berjualan dengan jarak yang berkilo- kilometer dan keterbatasan tubuhnya. Usianya sudah menginjak 80 tahun, namun hidup belum memberinya jeda untuk benar-benar tenang.


Abah Doi menderita rematik menahun, pernah terserang strok ringan, bahkan kaki kirinya kembali membengkak memar akibat tertimpa kayu bakar, dan penglihatan kedua mata abah terganggu akibat katarak. Setiap langkah abah tertatih dan sangat hati hati, tak jarang abah ketika berjualan mainan ayam klotok abah sering tersandung karena penglihatan dan juga cara jalan abah yang diseret sangat memungkin sering terjatuh. Setiap langkah perjalanan abah menjemput rezeky merupakan sebuah ikhtiar dan bukti bahwa abah tetap harus berjuang meski raga tak lagi se kuat dulu. 


Kini Abah tinggal ikut anaknya. Karena sang istri sudah lama berpulang, abah bilang ..”Sekarang abah tinggal sendiri ga ada yang urus karna ibu sudah lama berpulang....” ucapnya dengan nada yang sangat lirih. Tapi meskipun dengan keterbatasan kondisi fisiknya tak membuat Abah hanya diam. Dengan sisa tenaga yang ada, Abah masih sering berjualan keliling dan mengambil kayu bakar. Bukan karena ingin terlihat kuat, tapi karena tak ingin menjadi beban. Karena dalam hati kecilnya, Abah ingin tetap berguna. Meskipun dengan penghasilan yang sangat tidak menentu namun abah tetap berikhtiar menjemput rezeky itu.


Dulu, Abah Doi adalah pengepul palawija untuk menghidupi keluarganya. Tangannya pernah kuat, langkahnya pernah tegap. Tapi waktu dan penyakit perlahan merampas semuanya. Yang tersisa kini hanyalah tekad dan harga diri seorang ayah. Di balik tubuh renta dan sakit-sakitan itu, ada jiwa yang tak pernah menyerah. Ada hati yang terus berusaha, meski dunia terasa semakin sempit baginya.


Abah Doi tidak pernah meminta. Tidak pernah mengeluh. Ia hanya menjalani hari demi hari, sekuat yang ia bisa. Semoga masih ada tangan-tangan baik yang mau menggenggam Abah Doi, meringankan langkahnya, dan memberi sedikit kehangatan di sisa usianya. Karena di usia 80 tahun, seharusnya Abah sudah dipeluk oleh ketenangan, bukan oleh penderitaan. Yu bantu abah doi untuk bisa berobat mata kataraknya dan juga kakinya untuk sembuh Mari bantu Abah Dengan cara : 

1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu

3.Pilih metode pembayaran yang tersedia

Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Abah.


Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Yayasan Kolaborasi Teman Baik
21 October 2026

Bantuan Kebahagiaan Abah Doi

Halo #Temenbaik


Apa kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat, bahagia, dan dikelilingi banyak kebaikan.


Ada kabar baik yang ingin kami bagikan. Berkat kepedulian dan kebaikan bantuan telah sampai dan memberikan manfaat untuk Abah Doi

Berikut dokumentasi penyaluran bantuannya:

Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa :Bantuan Sembako dan Santunan Tunai


Mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Abah Doi bantuan ini begitu berarti. Kini, ada sedikit bekal untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjalani hari dengan lebih tenang.


Terima kasih sudah menjadi bagian dari kebaikan ini. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal yang terus mengalir, dibalas dengan kebaikan yang berlipat, dan Allah mudahkan setiap langkah serta urusanmu. Aamiin 🤲


Jabat erat,

Temenbaik