Pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), banyak bangunan mengalami kerusakan, termasuk rumah-rumah ibadah yang menjadi tempat masyarakat melaksanakan shalat dan berbagai kegiatan keagamaan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per akhir Agustus 2026, tercatat sebanyak 495 rumah ibadah mengalami kerusakan akibat gempa. Kondisi ini semakin berat dengan adanya 15.722 gempa susulan yang terjadi selama 30 hari pascagempa utama hingga 15 September 2026.
Di tengah kondisi tersebut, sebagian masyarakat Muslim di wilayah terdampak juga menghadapi keterbatasan ekonomi dan sumber daya. Bagi masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memulihkan rumah mereka sendiri, memperbaiki masjid yang rusak tentu menjadi beban yang tidak ringan.

Salah satu masjid yang terdampak merupakan tempat ibadah yang selama ini digunakan oleh ratusan jamaah. Kerusakan yang terjadi membuat aktivitas ibadah masyarakat terganggu dan membutuhkan renovasi agar kembali aman dan layak digunakan.

Melalui penggalangan dana ini, kami mengajak saudara-saudara semua untuk bersama-sama membantu merenovasi masjid yang terdampak gempa di Flores. Bantuan yang terkumpul akan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan kembali tempat ibadah yang layak bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan.
Mari bantu bangun kembali masjid yang rusak.Karena di tengah keterbatasan mereka, kepedulian kita dapat menghadirkan harapan.