Diperbarui 10 October 2026, 06:00 WIB
"Bahkan ketika lelah, ia tak punya pilihan untuk berhenti. Karena ada anak-anak yang menunggunya pulang."

Tiga tahun sudah Ibu Sani (41 tahun) berjuang sendirian menopang kehidupan enam orang anaknya setelah sang suami meninggal dunia akibat penyakit jantung. Tanpa tempat bersandar, beliau harus menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan sayur keliling. Roda kehidupan terasa kian berat karena Ibu Sani harus mendorong dagangannya sambil membawa anak bungsunya yang baru berusia 3 tahun. Sang buah hati mengalami keterlambatan tumbuh kembang (belum bisa berjalan dan berbicara), sehingga membutuhkan perhatian serta pendampingan ekstra di sepanjang perjalanan. Ujian tak berhenti di situ. Anak kedua Ibu Sani yang berusia 20 tahun kini didiagnosis menderita kanker paru-paru ganas dan sudah dua bulan bertaruh nyawa melawan penyakit tersebut. Di tengah himpitan ekonomi dan pengobatan yang besar, Ibu Sani terus melangkah tanpa kenal lelah demi memastikan enam buah hatinya tetap bisa bertahan hidup.

Hari ini, mari kita hadir untuk keluarga Ibu Sani. Bukan hanya dengan rasa iba, tapi dengan sesuatu yang benar-benar bisa membantu meringankan perjuangan mereka. Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, semoga bisa menjadi sedikit ruang untuk mereka bernapas di tengah beratnya kehidupan.
Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung