Di usia lebih dari 90 tahun, Abah Abas masih harus bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sejak pagi sekitar pukul 06.00 hingga sore hari, Abah berjalan kaki sekitar 30–40 kilometer untuk menjual sasak yang dibuatnya sendiri. Satu sasak hanya dihargai sekitar Rp5.000, sementara jumlah yang terjual tidak selalu banyak.
Abah hidup seorang diri sejak istrinya meninggal. Anak sulungnya juga sudah menjalani kehidupan sendiri. Di tengah usia yang sudah renta, Abah masih harus berjuang meski memiliki riwayat sesak, asam urat, batuk akut, dan penyakit lambung.
Yang paling memilukan, ketika dagangannya tidak laku, Abah terkadang hanya minum air seadanya untuk menahan lapar. Abah juga pernah ditipu saat berjualan dan kini memiliki hutang sekitar Rp1 juta kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan makan dan obat.
Kini, Abah berharap bisa memiliki modal usaha agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus memaksakan tubuhnya berjalan terlalu jauh. Bantuan juga dibutuhkan untuk biaya berobat, kebutuhan makan, dan melunasi hutang.
Mari bantu Abah Abas melewati masa tuanya dengan lebih layak. Sedikit bantuan dari kita bisa berarti besar untuk Abah yang selama ini berjuang seorang diri. ❤️
