Di saat banyak orang seusianya menikmati masa tua dengan beristirahat di rumah, Abah Adang yang kini berusia 85 tahun justru masih harus berjuang mencari nafkah. Setiap hari, Abah berjalan keliling di sekitar Garut sambil memikul dagangan gulali di pundaknya.
Langkahnya memang sudah tak sekuat dulu. Tubuhnya pun semakin renta dimakan usia. Namun keadaan membuat Abah tak punya banyak pilihan selain tetap berjualan demi bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Abah menggantungkan hidup dari gulali, jajanan tradisional yang kini semakin jarang diminati. Tak banyak lagi anak-anak yang membeli, dan tak banyak orang yang melirik dagangannya. Karena itu, hasil jualan Abah pun sangat kecil. Dalam sehari, Abah biasanya hanya membawa pulang sekitar Rp10.000. Jika sedang ramai, paling besar hanya sekitar Rp20.000.
Nominal yang mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, tapi bagi Abah itulah harapan untuk makan dan bertahan hidup. Di usia yang sudah 85 tahun, Abah masih terus melangkah dari pagi hingga sore, membawa dagangan sekaligus harapan sederhana: semoga hari ini ada yang membeli gulalinya.
Temen-temen..jangan biarkan Abah Adang berjuang sendirian di hari tuanya. Yuk! Sisihkan sedikit rezeki kalian untuk bantu Abah Adang Hidup Layak
