TAK ADA BIAYA HINGGA TIDUR DI PELATARAN MASJID!!! Lansia Ini Hidup Sebatangkara Dan Bertahan Dari Jual Lato-Lato

TAK ADA BIAYA HINGGA TIDUR DI PELATARAN MASJID!!! Lansia Ini Hidup Sebatangkara Dan Bertahan Dari Jual Lato-Lato

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
16 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 01 June 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
THE POWER OF KINDNESS

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

18 May 2026

Setiap hari sejak selepas Subuh, Abah Ajat memanggul mainan lato-lato dan per-peran sambil berjalan dengan penglihatan yang nyaris tak jelas. Lato-lato dijual Rp20.000 dan per-peran Rp25.000, namun saat ada yang menawar Rp10.000 bahkan Rp5.000, Abah tetap memberikannya. Bukan karena ia mampu, melainkan karena ia tak tega. Dalam kondisi normal, dagangannya hanya laku 4–5 buah, bahkan sering tidak laku sama sekali, hingga membuat Abah menahan lapar dan berjalan sempoyongan.

Sudah dua tahun Abah Ajat tidur di pelataran masjid, hanya beralaskan dan berselimut karung. Untuk sekadar mandi pun ia harus membayar, dan jika tak punya uang, Abah terpaksa berutang. Ia pernah dipukul, kehilangan dompet, terserempet kendaraan, bahkan berjalan jauh dari Saparua ke Braga sambil berjualan karena tak punya ongkos. Penglihatannya semakin kabur akibat benturan di kepala pada masa lalu, membuatnya sering menabrak pot, tiang, dan hampir terjatuh saat berjalan.

Meski tubuhnya renta dan hidupnya penuh keterbatasan, Abah Ajat tetap berjualan dari pagi hingga hampir tengah malam. Bukan demi kenyamanan, melainkan agar ia bisa makan hari itu. Di balik langkahnya yang lemah, Abah menyimpan satu harapan sederhana: memiliki tempat tinggal yang layak agar dapat beristirahat dengan tenang, tanpa takut diusir. Di tengah hiruk-pikuk kota, Abah Ajat bertahan hidup dengan sisa tenaga dan keikhlasan yang tersisa.

Mari sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Abah Ajat. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya.

 

  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

12 May 2026
The Power Of Kindness Tahap 1

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


The Power of Kindness merupakan program dari Ayo Kita Peduli yang bertujuan untuk membuktikan bagaimana kekuatan dari sebuah uluran tangan kebaikan satu orang dapat berdampak besar ke hidup orang lain. Bantuan ini tidak hanya membuat mereka bahagia saja, tetapi juga menjdi sebuah rasa syukur besar karena mereka dapat pengakuan bahwa mereka berhak untuk dirayakan dan hidup layak tanpa syarat apapun. Dengan ini, kami berharap kita semua dapat memberikan uluran tangan kebahagiaan lebih banyak lagi dan tak terbatas. Mereka yang berhak menerima bantuan ini adalah mereka yang tidak sempat mengeluh untuk capeknya hidup.

Sekali lagi, Alhamdulillah kebaikan-kebaikan ini sudah tersampaikan dengan baik dan amanah. Terima kasih atas kasih uluran tangan yang tidak pernah habis.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli