TUMOR DI PUNGGUNG & KAKI KIAN MEMBESAR DAN MENGANCAM NYAWA!! Abah Alit Terpaksa Tahan Sakit Keliling Kampung.

TUMOR DI PUNGGUNG & KAKI KIAN MEMBESAR DAN MENGANCAM NYAWA!! Abah Alit Terpaksa Tahan Sakit Keliling Kampung.

Rp 240.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
4 Donatur
25 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 01 June 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

Jejak Binar Harapan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

26 May 2026

Sekilas, tidak ada yang berbeda dari Abah Alit saat menjajakan sayuran dari pagi hingga sore hari. Namun, di balik ayunan langkah kakinya yang tampak tegap mencari nafkah, tersimpan penderitaan luar biasa yang ia sembunyikan rapat-rapat di balik pakaian lusuhnya. Abah Alit menderita penyakit yang diduga tumor ganas di bagian punggung dan kakinya. Benjolan besar itu dari hari ke hari kian membesar, bersembunyi tepat di bawah beban puluhan kilogram sayur yang harus ia panggul setiap hari keliling kampung. Bahu tuanya tidak hanya harus menahan beratnya pikulan, tetapi juga rasa nyeri yang teramat sangat menusuk tulang. Tak jarang, benjolan tumor tersebut berdenyut sangat hebat di bawah terik matahari, hingga membuat air mata Abah Alit menetes di tengah jalan karena tak kuat menahan rasa sakitnya. Pilunya, hingga saat ini Abah belum pernah sekalipun memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit besar untuk mendapatkan penanganan layak karena keterbatasan biaya. "Uangnya mending dipakai untuk beli makan sehari-hari sama istri di rumah, daripada buat ke rumah sakit," ujar Abah Alit dengan nada pasrah. Baginya, mengesampingkan rasa sakit tubuhnya sendiri demi memastikan sang istri tercinta bisa makan hari ini adalah prioritas paling utama. Sang istri kini sudah renta, sering sakit-sakitan, dan tidak bisa lagi membantunya bekerja. Dari jualan sayur keliling, Abah hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp20.000 saja per hari. Uang sekecil itu tentu habis tak berbekas hanya untuk mengganjal perut dan membeli beras, membuat impian untuk sembuh ke dokter merasa sangat mustahil. Padahal, jika terus dibiarkan tanpa adanya tindakan operasi dan penanganan medis yang layak, kondisi benjolan tumor tersebut bisa menjadi semakin serius, menyebar, dan mengancam keselamatan nyawanya. Di usia senjanya, Abah Alit berhak untuk mendapatkan hak pengobatan yang layak dan menjalani sisa hidupnya dengan tenang tanpa bayang-bayang rasa sakit yang menyiksa batin. #OrangBaik, hati siapa yang tak teriris melihat seorang lansia harus menangis menahan sakit tumor di jalanan demi membelikan sesuap nasi untuk istrinya? Melalui program kemanusiaan dari Yayasan Jejak Binar Harapan, mari kita bersama-sama menyisihkan sedikit rezeki untuk menyelamatkan nyawa Abah Alit. Seluruh donasi yang terkumpul secara transparan akan dialokasikan untuk pembiayaan seluruh rangkaian pemeriksaan medis, tindakan operasi tumor, pengadaan obat-obatan hospitalisasi, jaminan pemenuhan kebutuhan sembako pangan harian yang layak, serta pemberian modal usaha mandiri di rumah agar Abah Alit tidak perlu lagi memikul beban berat di jalanan. Klik tombol “DONASI SEKARANG” dan mari kita hadirkan kesembuhan bagi Abah Alit hari ini.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

31 May 2026 04:34
Rp 50.000
Amin
JADI#SirkelBaik