KAKI LUMPUH!! Lansia Ini Bertahan Hidup Lewat jual Mie Lidi
KAKI LUMPUH!! Lansia Ini Bertahan Hidup Lewat jual Mie Lidi

KAKI LUMPUH!! Lansia Ini Bertahan Hidup Lewat jual Mie Lidi

Rp 240.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
7
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 27 March 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadhan

Cerita

24 February 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usia 78 tahun, ketika kebanyakan orang seharusnya beristirahat dan menikmati hari tua, Abah Amir justru masih berjuang keras untuk bertahan hidup.

Setiap Kamis hingga Minggu, Abah Amir keluar rumah sejak pukul 3 sore hingga 11 malam. Duduk di antara keramaian, ia menjajakan mie lidi dan makaroni goreng yang ia goreng sendiri di rumah dengan peralatan sederhana dan bahan bakar minyak tanah.

Dengan becak, Abah menempuh perjalanan panjang untuk berjualan, mengeluarkan ongkos yang tidak kecil, meski hasil jualannya sering kali tak sebanding. Sejak 2023, Abah Amir mengidap penyakit tulang di kakinya. Kakinya tak lagi bisa diluruskan. Ia tak mampu berjalan normal, bahkan untuk sekadar menuju kamar mandi, Abah harus merangkak di lantai. Tak jarang sarungnya basah terkena air kamar mandi. Rasa sakit, lelah, dan malu ia telan sendiri. Bahkan, ada saat-saat ketika rasa sakit dan rasa malu membuatnya memilih menahan segalanya. 

Abah sering merasa malu pada tetangganya. Malu karena keterbatasannya. Malu karena kondisi tubuhnya yang semakin tak berdaya.Di luar rumah, saat berjualan pun penderitaan itu tak berhenti. Abah pernah terjatuh karena kakinya yang sakit. Saat hujan turun, ia menunggu reda meski itu berarti waktu jualannya semakin singkat. Saat rasa nyeri menyerang kakinya, Abah memilih menahannya. Ia tetap berjualan. Karena jika tidak, ia tak punya apa-apa.

Di usia senjanya, Abah Amir masih menanggung beban berat: biaya hidup, ongkos berdagang, dan kontrakan kecil yang kini menunggak selama dua bulan. Sementara itu, keinginan sederhana Abah hanyalah satu bisa kembali berjalan normal seperti dulu.

Sayangnya, untuk berobat dan mendapatkan perawatan medis yang layak, Abah tidak mampu. Dibulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Abah Amir tidak membutuhkan belas kasihan. Ia membutuhkan uluran tangan.

Kalian dapat berpartisipasi dalam campaign ini dengan menyebarkan dan berdonasi dengan cara:

  1. Klik “Donasi Sekarang;
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;

Dapatkan laporan via email.

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
22 July 2026

Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hallo, Sobat Berdampak!


Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.


Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan telah tersalurkan kepada dua penerima manfaat yang terus berjuang mencari nafkah di usia senja.


Nek Titi, seorang lansia yang sehari-hari berjualan telur asin, menerima bantuan berupa santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok untuk membantu meringankan kebutuhan hidup beliau. Begitu pula dengan Abah Ii, seorang lansia yang berjuang mencari nafkah dengan berjualan takjil, yang menerima santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok sebagai bentuk dukungan agar beliau dapat terus menjalani kehidupannya dengan lebih tenang dan penuh semangat.

Semoga setiap bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga menjadi penguat langkah dan menghadirkan keberkahan bagi kehidupan mereka.


Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.


Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kepedulian yang kita berikan hari ini dapat menjadi senyum dan harapan baru bagi sesama.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anon
Rp 20.000
27 February 2026, 04:19

Semoga bisa membantu aku bukan orang kaya jadi maaf ga banyak