KAKI LUMPUH!! Lansia Ini Bertahan Hidup Lewat jual Mie Lidi

KAKI LUMPUH!! Lansia Ini Bertahan Hidup Lewat jual Mie Lidi

Rp 240.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
7 Donatur
3 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 23 March 2026 09:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadhan

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

24 February 2026

Di usia 78 tahun, ketika kebanyakan orang seharusnya beristirahat dan menikmati hari tua, Abah Amir justru masih berjuang keras untuk bertahan hidup.

Setiap Kamis hingga Minggu, Abah Amir keluar rumah sejak pukul 3 sore hingga 11 malam. Duduk di antara keramaian, ia menjajakan mie lidi dan makaroni goreng yang ia goreng sendiri di rumah dengan peralatan sederhana dan bahan bakar minyak tanah.

Dengan becak, Abah menempuh perjalanan panjang untuk berjualan, mengeluarkan ongkos yang tidak kecil, meski hasil jualannya sering kali tak sebanding. Sejak 2023, Abah Amir mengidap penyakit tulang di kakinya. Kakinya tak lagi bisa diluruskan. Ia tak mampu berjalan normal, bahkan untuk sekadar menuju kamar mandi, Abah harus merangkak di lantai. Tak jarang sarungnya basah terkena air kamar mandi. Rasa sakit, lelah, dan malu ia telan sendiri. Bahkan, ada saat-saat ketika rasa sakit dan rasa malu membuatnya memilih menahan segalanya. 

Abah sering merasa malu pada tetangganya. Malu karena keterbatasannya. Malu karena kondisi tubuhnya yang semakin tak berdaya.Di luar rumah, saat berjualan pun penderitaan itu tak berhenti. Abah pernah terjatuh karena kakinya yang sakit. Saat hujan turun, ia menunggu reda meski itu berarti waktu jualannya semakin singkat. Saat rasa nyeri menyerang kakinya, Abah memilih menahannya. Ia tetap berjualan. Karena jika tidak, ia tak punya apa-apa.

Di usia senjanya, Abah Amir masih menanggung beban berat: biaya hidup, ongkos berdagang, dan kontrakan kecil yang kini menunggak selama dua bulan. Sementara itu, keinginan sederhana Abah hanyalah satu bisa kembali berjalan normal seperti dulu.

Sayangnya, untuk berobat dan mendapatkan perawatan medis yang layak, Abah tidak mampu. Dibulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Abah Amir tidak membutuhkan belas kasihan. Ia membutuhkan uluran tangan.

Kalian dapat berpartisipasi dalam campaign ini dengan menyebarkan dan berdonasi dengan cara:

  1. Klik “Donasi Sekarang;
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;

Dapatkan laporan via email.

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anon

27 February 2026
Rp 20.000
Amin
Semoga bisa membantu aku bukan orang kaya jadi maaf ga banyak