Untung 500 Perak per Donat, Abah Anang Hidup Sebatang Kara & Sering Kelaparan

Untung 500 Perak per Donat, Abah Anang Hidup Sebatang Kara & Sering Kelaparan

Rp 430.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
17 Donatur
23 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 11 August 2026 21:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Mata Hampir Tak Melihat, Abah Anang Tetap Jualan Donat demi Bertahan Meski Sering Kelaparan

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

04 August 2026

Di usia 71 tahun, saat banyak orang menikmati masa tua, Abah Anang masih berjuang menjajakan donat demi bisa makan hari ini. Setiap hari, tepat pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang, Abah berkeliling menjual donat. Donat yang dijual bukan hasil buatannya sendiri, melainkan diambil dari orang lain dengan sistem titip jual (stor). Dari setiap donat seharga Rp2.500, Abah hanya memperoleh keuntungan Rp500. Keuntungan yang sangat kecil itu menjadi satu-satunya harapan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tak jarang, Abah hanya mampu makan satu kali dalam sehari karena uang yang dimiliki tidak cukup. Hidup Abah dijalani seorang diri. Pernikahannya hanya bertahan satu tahun, dan sejak itu Abah tidak memiliki istri maupun anak. Kini, tanpa keluarga dan tanpa sanak saudara, Abah hanya menumpang tinggal di tempat yang diberikan oleh seorang Bapak RT karena sudah tidak mampu membayar biaya kontrakan. Perjalanan hidup Abah pun tak selalu dipenuhi kebaikan. Pernah suatu hari ada pembeli membayar donat dengan uang Rp50.000. Setelah donat dibawa pergi, baru diketahui bahwa uang tersebut adalah uang palsu saat Abah hendak berbelanja di warung. Keuntungan yang sudah sangat kecil pun lenyap begitu saja. Tak hanya itu, Abah juga pernah mengalami perlakuan yang menyakitkan. Seseorang yang ingin meminjam uang merasa kecewa karena permintaannya ditolak, lalu menendang dagangan Abah hingga berantakan. Ironisnya, saat donat tak kunjung laku, Abah sering kali memakan dagangannya sendiri untuk mengganjal rasa lapar. Di balik segala keterbatasan, Abah tetap memiliki hati yang begitu tulus. Meski hidup serba kekurangan, ia masih menyempatkan diri berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Kesehatan Abah pun mulai menurun. Mata kirinya hampir tidak bisa melihat sejak kecil, pendengarannya sudah berkurang, dan kakinya sering terasa pegal setelah berjualan setiap hari. Namun, Abah masih menyimpan satu harapan sederhana. Ia bermimpi suatu hari nanti memiliki usaha donatnya sendiri, agar tidak lagi bergantung pada sistem stor dan bisa memperoleh keuntungan yang lebih layak untuk menyambung hidup.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

10 August 2026 05:40
Rp 20.000
Amin