Juang Abah Bakri Jual Opak Demi Obati Katarak
Juang Abah Bakri Jual Opak Demi Obati Katarak

Juang Abah Bakri Jual Opak Demi Obati Katarak

Rp 530.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
20
Tercapai
1%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 11 October 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

21 August 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usianya yang kian renta, Abah Bakri harus memeras sisa-sisa tenaganya demi mengais rezeki di jalanan. Kedua bola matanya kini digerogoti katarak parah yang membuat penglihatannya samar, memaksa beliau berjalan meraba menggunakan sebatang tongkat dari bekas gagang sapu berkarat yang sudah membengkok. Setiap hari kecuali hari Jumat, Abah nekat berkeliling menjajakan opak milik orang lain demi menafkahi sang istri tercinta. Penderitaan fisiknya kian lengkap karena beliau juga harus menahan nyeri rematik yang membuat langkah kakinya sering terhenti, serta penyakit lambung yang kerap kambuh saat rasa lapar menyapa di tengah jalan.

Pahitnya roda kehidupan kian terasa mencekik karena penghasilan yang dibawa pulang amatlah minim, rata-rata hanya 15 hingga 50 ribu rupiah sehari. Nominal tersebut bahkan sering kali tak cukup untuk menutup ongkos transportasi pulang-pergi yang mencapai 30 ribu rupiah, hingga dagangannya sering kali rugi saat sepi pembeli. Keadaan ekonomi yang serba terbatas membuat Abah dan istrinya harus puas makan seadanya, hanya dengan tahu, tempe, atau bahkan sekadar daun singkong yang ditaburi garam. Anak-anaknya yang sudah menikah pun hidup dalam kekurangan, sehingga tak mampu membantu memenuhi kebutuhan harian orang tuanya.

Duka dan penderitaan Abah Bakri kian menyayat hati saat bayang-bayang kejahatan berulang kali menghampirinya di jalanan. Beliau pernah ditipu uang palsu seratus ribu rupiah hingga harus memberi kembalian dari uang tabungannya, dagangannya dibawa kabur pembeli tanpa dibayar, hingga yang paling tragis: uang sebesar 700 ribu rupiah yang dikumpulkannya demi berobat dicuri oleh penumpang mobil tak dikenal. Ketiadaan biaya membuat pengobatan katarak dan penyakit lainnya terpaksa terhenti. Kini, Abah dan istri terpaksa tinggal di sebuah rumah tak layak huni berbahan bata ringan tanpa kamar, beratap terbuka di bagian dapur dan MCK, serta berdiri menumpang di dekat area pemakaman.

Di balik serangkaian kemalangan yang menguji kesabarannya, Abah Bakri menyimpan harapan yang amat bersahaja. Beliau merindukan kesembuhan agar matanya dapat melihat kembali dengan jelas, berobat untuk penyakit yang menggerogoti tubuhnya, serta bermimpi memiliki warung kecil di rumah agar tak lagi harus menyusuri jalanan dengan tongkat karatan demi sesuap nasi. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk membebaskan Abah Bakri dari penderitaan dan menghadirkan kehidupan yang lebih bermakna di senja usianya.


Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Pengobatan Katarak, Biaya Hidup, dan Modal Warung Usaha Bagi Abah Bakri!

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
11 September 2026, 05:19

🙏