Di usianya yang kian renta, Abah Bakri harus memeras sisa-sisa tenaganya demi mengais rezeki di jalanan. Kedua bola matanya kini digerogoti katarak parah yang membuat penglihatannya samar, memaksa beliau berjalan meraba menggunakan sebatang tongkat dari bekas gagang sapu berkarat yang sudah membengkok. Setiap hari kecuali hari Jumat, Abah nekat berkeliling menjajakan opak milik orang lain demi menafkahi sang istri tercinta. Penderitaan fisiknya kian lengkap karena beliau juga harus menahan nyeri rematik yang membuat langkah kakinya sering terhenti, serta penyakit lambung yang kerap kambuh saat rasa lapar menyapa di tengah jalan.
Pahitnya roda kehidupan kian terasa mencekik karena penghasilan yang dibawa pulang amatlah minim, rata-rata hanya 15 hingga 50 ribu rupiah sehari. Nominal tersebut bahkan sering kali tak cukup untuk menutup ongkos transportasi pulang-pergi yang mencapai 30 ribu rupiah, hingga dagangannya sering kali rugi saat sepi pembeli. Keadaan ekonomi yang serba terbatas membuat Abah dan istrinya harus puas makan seadanya, hanya dengan tahu, tempe, atau bahkan sekadar daun singkong yang ditaburi garam. Anak-anaknya yang sudah menikah pun hidup dalam kekurangan, sehingga tak mampu membantu memenuhi kebutuhan harian orang tuanya.
Duka dan penderitaan Abah Bakri kian menyayat hati saat bayang-bayang kejahatan berulang kali menghampirinya di jalanan. Beliau pernah ditipu uang palsu seratus ribu rupiah hingga harus memberi kembalian dari uang tabungannya, dagangannya dibawa kabur pembeli tanpa dibayar, hingga yang paling tragis: uang sebesar 700 ribu rupiah yang dikumpulkannya demi berobat dicuri oleh penumpang mobil tak dikenal. Ketiadaan biaya membuat pengobatan katarak dan penyakit lainnya terpaksa terhenti. Kini, Abah dan istri terpaksa tinggal di sebuah rumah tak layak huni berbahan bata ringan tanpa kamar, beratap terbuka di bagian dapur dan MCK, serta berdiri menumpang di dekat area pemakaman.
Di balik serangkaian kemalangan yang menguji kesabarannya, Abah Bakri menyimpan harapan yang amat bersahaja. Beliau merindukan kesembuhan agar matanya dapat melihat kembali dengan jelas, berobat untuk penyakit yang menggerogoti tubuhnya, serta bermimpi memiliki warung kecil di rumah agar tak lagi harus menyusuri jalanan dengan tongkat karatan demi sesuap nasi. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk membebaskan Abah Bakri dari penderitaan dan menghadirkan kehidupan yang lebih bermakna di senja usianya.
Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Pengobatan Katarak, Biaya Hidup, dan Modal Warung Usaha Bagi Abah Bakri!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo,Sobat Berdampak!
Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.
Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli