Di usia yang semakin senja, tubuh Abah Bukhori sebenarnya sudah meminta untuk beristirahat. Namun, keadaan membuat Abah belum bisa menikmati masa tua dengan tenang. Setiap hari, Abah masih harus berjualan cilok demi memenuhi kebutuhan hidup bersama sang istri.

Setiap pagi, Abah memikul dagangannya dan berjalan dari kampung ke kampung. Padahal, penglihatan Abah sudah semakin kabur karena katarak. Kakinya pun sering terasa sakit, bahkan untuk sekadar duduk atau jongkok saja Abah harus menahan nyeri. Namun, Abah tetap melangkah karena tak punya banyak pilihan.

Penghasilan yang didapat Abah juga tidak pernah pasti. Kadang dagangannya habis dan membawa pulang sedikit rezeki, tetapi tak jarang Abah pulang dengan hasil yang jauh dari cukup. Meski begitu, keesokan harinya Abah tetap kembali berjualan, berharap ada cukup banyak cilok yang terjual untuk mengisi kebutuhan di rumah. Sebab, di rumah ada sang istri yang kini juga mulai sakit-sakitan dan membutuhkan biaya. Abah tidak hanya memikirkan bagaimana dirinya bisa bertahan, tetapi juga bagaimana mereka berdua bisa tetap makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi Abah, berhenti berjualan bukanlah pilihan. Karena ketika Abah berhenti, penghasilan untuk kebutuhan rumah pun ikut terhenti. Itulah sebabnya, meski matanya semakin kabur dan kakinya semakin lemah, Abah tetap memaksakan tubuhnya untuk berjalan dan menawarkan cilok dari satu tempat ke tempat lainnya.
Di balik langkah Abah yang terlihat sederhana, ada perjuangan seorang suami yang masih ingin menjaga keluarganya. Abah Bukhori tidak berharap hidup mewah. Beliau hanya ingin bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mendampingi sang istri tanpa terus dihantui rasa cemas tentang bagaimana mereka akan melewati hari esok.
Teman Baik, yuk bantu ringankan perjuangan Abah Bukhori, Sedikit kebaikan dari kita bisa menjadi dukungan yang sangat berarti bagi Abah, agar kebutuhan sehari-hari dan pengobatan keluarganya dapat terbantu. Mari donasi sekarang dan hadirkan harapan agar Abah tidak harus terus memaksakan tubuh rentanya demi bertahan hidup.
