Terpaksa Tahan Lapar, Bantu Lansia Ringkih Bertahan Hidup

Terpaksa Tahan Lapar, Bantu Lansia Ringkih Bertahan Hidup

Rp 1.225.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
12 Donatur
24 hari lagi
Donasi Sekarang
Terakhir diperbarui pada 09 September 2026 15:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Sebatangkara dan Sakit, Abah Terpaksa Menahan Lapar. Bantu Lansia Ringkih Hidup Layak Di Masa Tua!

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

01 September 2026

Abah Cahyana, Bertahan Seorang Diri di Tengah Sakit dan Sepinya Penghasilan Namanya Abah Cahyana. Seorang lansia yang kini menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah kecil. Tidak ada anak yang menemani. Istri yang selama ini menjadi tempat berbagi cerita telah lebih dulu berpulang karena penyakit lambung dan COVID-19. Ibu Abah pun telah meninggal dunia, begitu pula kakaknya. Kini, Abah benar-benar tinggal sebatang kara. Dulu, ketika tubuhnya masih kuat, Abah bekerja sebagai penjual daun singkong. Daun-daun yang dijualnya berasal dari tanaman yang ia rawat sendiri di sebuah kebun milik kepala desa setempat. Setiap hari, Abah berusaha memanen daun singkong untuk kemudian dijual ke pasar maupun rumah-rumah makan. Harganya pun tidak seberapa, biasanya hanya sekitar Rp2.000. Penghasilannya tidak menentu, tetapi dari situlah Abah berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada satu kenangan yang masih melekat dalam diri Abah. Saat masih sehat, ia sering pergi berjualan ke pasar bersama ibunya. Kini, kenangan itu hanya tinggal kenangan. Kondisi kesehatan Abah semakin menurun. Kakinya sering terasa sakit, terutama ketika digunakan untuk berjalan. Penglihatannya pun sudah terganggu, bahkan terkadang terasa kunang-kunang. Mata Abah juga terlihat menguning. Pernah suatu ketika, Abah terjatuh saat berjualan karena kondisi kaki dan penglihatannya yang sudah tidak kuat. Ketika kakinya terasa sakit, Abah hanya bisa berusaha mengompresnya. Tidak ada biaya untuk memeriksakan dan mengobati penyakitnya dengan layak. Keadaan semakin sulit ketika daun singkong yang menjadi sumber penghasilannya mulai memburuk. Daun-daun yang dahulu bisa dijual kini semakin tidak layak. Jika tidak ada yang membeli, Abah terpaksa memanfaatkannya kembali untuk dijadikan kompos atau ditanam kembali. Artinya, tidak ada uang yang bisa dibawa pulang. Bahkan, selama kurang lebih dua bulan terakhir, tanaman daun singkong milik Abah banyak yang mengering dan mati. Abah pun sudah lama tidak bisa berjualan. Untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, kini Abah hanya mengandalkan uluran tangan orang-orang baik. Ada yang datang memberikan makanan, ada yang membantu kebutuhan sehari-hari. Namun ketika tidak ada seorang pun yang datang membantu, Abah harus menahan lapar dan terpaksa berpuasa karena tidak memiliki makanan. Di balik semua keterbatasannya, Abah masih menyimpan satu keinginan sederhana: Abah ingin sembuh. Abah ingin kakinya tidak lagi sakit. Abah ingin penglihatannya kembali lebih baik. Abah ingin bisa menjalani hari tanpa harus selalu bergantung kepada orang lain. Tetapi keinginan itu terbentur satu hal yang selama ini menjadi penghalang: Abah tidak memiliki biaya untuk berobat. Di usia senjanya, Abah tidak meminta kehidupan yang mewah. Ia hanya ingin bisa sehat, bisa makan dengan layak, dan jika masih diberi kesempatan, kembali bekerja dengan kemampuan yang ia miliki. Kini, mungkin sudah waktunya Abah tidak lagi berjuang sendirian. Mari kita bantu Abah Cahyana mendapatkan kebutuhan sehari-hari dan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Sedikit bantuan dari kita, bisa menjadi begitu berarti bagi seorang Abah yang selama ini bertahan seorang diri. Semoga kebaikan yang kita titipkan untuk Abah menjadi jalan hadirnya harapan baru. Mari bersama-sama ringankan beban Abah Cahyana.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

05 September 2026 20:47
Rp 100.000
Amin