KAKEK SEBATANGKARA HIDUP SERBA KETERBATASAN, Bantu Abah Cahyana Hidup Lebih Layak
KAKEK SEBATANGKARA HIDUP SERBA KETERBATASAN, Bantu Abah Cahyana Hidup Lebih Layak

KAKEK SEBATANGKARA HIDUP SERBA KETERBATASAN, Bantu Abah Cahyana Hidup Lebih Layak

Rp 40.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
2
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 25 October 2026, 09:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Sebatangkara dan Sakit, Abah Terpaksa Menahan Lapar. Bantu Lansia Ringkih Hidup Layak Di Masa Tua!

Cerita

09 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Abah Cahyana, Bertahan Seorang Diri di Tengah Sakit dan Sepinya Penghasilan Namanya Abah Cahyana. Seorang lansia yang kini menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah kecil. Tidak ada anak yang menemani. Istri yang selama ini menjadi tempat berbagi cerita telah lebih dulu berpulang karena penyakit lambung dan COVID-19. Ibu Abah pun telah meninggal dunia, begitu pula kakaknya. Kini, Abah benar-benar tinggal sebatang kara. Dulu, ketika tubuhnya masih kuat, Abah bekerja sebagai penjual daun singkong. Daun-daun yang dijualnya berasal dari tanaman yang ia rawat sendiri di sebuah kebun milik kepala desa setempat. Setiap hari, Abah berusaha memanen daun singkong untuk kemudian dijual ke pasar maupun rumah-rumah makan. Harganya pun tidak seberapa, biasanya hanya sekitar Rp2.000. Penghasilannya tidak menentu, tetapi dari situlah Abah berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada satu kenangan yang masih melekat dalam diri Abah. Saat masih sehat, ia sering pergi berjualan ke pasar bersama ibunya. Kini, kenangan itu hanya tinggal kenangan. Kondisi kesehatan Abah semakin menurun. Kakinya sering terasa sakit, terutama ketika digunakan untuk berjalan. Penglihatannya pun sudah terganggu, bahkan terkadang terasa kunang-kunang. Mata Abah juga terlihat menguning. Pernah suatu ketika, Abah terjatuh saat berjualan karena kondisi kaki dan penglihatannya yang sudah tidak kuat. Ketika kakinya terasa sakit, Abah hanya bisa berusaha mengompresnya. Tidak ada biaya untuk memeriksakan dan mengobati penyakitnya dengan layak. Keadaan semakin sulit ketika daun singkong yang menjadi sumber penghasilannya mulai memburuk. Daun-daun yang dahulu bisa dijual kini semakin tidak layak. Jika tidak ada yang membeli, Abah terpaksa memanfaatkannya kembali untuk dijadikan kompos atau ditanam kembali. Artinya, tidak ada uang yang bisa dibawa pulang. Bahkan, selama kurang lebih dua bulan terakhir, tanaman daun singkong milik Abah banyak yang mengering dan mati. Abah pun sudah lama tidak bisa berjualan. Untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, kini Abah hanya mengandalkan uluran tangan orang-orang baik. Ada yang datang memberikan makanan, ada yang membantu kebutuhan sehari-hari. Namun ketika tidak ada seorang pun yang datang membantu, Abah harus menahan lapar dan terpaksa berpuasa karena tidak memiliki makanan. Di balik semua keterbatasannya, Abah masih menyimpan satu keinginan sederhana: Abah ingin sembuh. Abah ingin kakinya tidak lagi sakit. Abah ingin penglihatannya kembali lebih baik. Abah ingin bisa menjalani hari tanpa harus selalu bergantung kepada orang lain. Tetapi keinginan itu terbentur satu hal yang selama ini menjadi penghalang: Abah tidak memiliki biaya untuk berobat. Di usia senjanya, Abah tidak meminta kehidupan yang mewah. Ia hanya ingin bisa sehat, bisa makan dengan layak, dan jika masih diberi kesempatan, kembali bekerja dengan kemampuan yang ia miliki. Kini, mungkin sudah waktunya Abah tidak lagi berjuang sendirian. Mari kita bantu Abah Cahyana mendapatkan kebutuhan sehari-hari dan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Sedikit bantuan dari kita, bisa menjadi begitu berarti bagi seorang Abah yang selama ini bertahan seorang diri. Semoga kebaikan yang kita titipkan untuk Abah menjadi jalan hadirnya harapan baru. Mari bersama-sama ringankan beban Abah Cahyana.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
06 October 2026

Semua Berhak Nyaman untuk Abah Cahyana Tahap 1

Assalamu'alaikum Wr, Wb.


Hallo Sobat Berdampak!


Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Nyaman untuk Abah Cahyana seorang lansia sebatang kara dan penjual daun singkong keliling, bantuan yang diberikan berupa bantuan santunan tunai.

Kami mewakili Abah Cahyana mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.


Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Abah Cahyana.


Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
10 October 2026, 11:57