Di usia yang telah menginjak 91 tahun, ketika kebanyakan orang menikmati masa tua bersama keluarga, Abah Edi justru masih harus memikul lemari seberat sekitar 20 kilogram dari satu tempat ke tempat lain demi mencari nafkah.
Setiap lemari yang berhasil terjual hanya memberinya keuntungan sekitar Rp50.000. Namun, tidak sedikit hari ketika Abah pulang tanpa membawa uang sama sekali. Meski tubuhnya semakin renta, beliau tak punya pilihan selain terus berjualan karena masih menjadi tulang punggung keluarganya.
Di rumah, Abah menanggung hidup sang istri yang menderita bronkitis serta dua cucunya yang telah kehilangan kedua orang tua. Demi membeli kebutuhan sehari-hari dan modal usaha, Abah terpaksa berutang kepada tetangga hingga meminjam uang kepada masjid. Kini, utang yang harus beliau tanggung telah mencapai sekitar Rp3 juta.
Perjuangan itu semakin berat karena kondisi kesehatan Abah terus menurun. Asam urat membuat kaki dan pundaknya sering terasa nyeri. Pendengarannya sudah tidak sebaik dulu, sementara salah satu matanya mengalami katarak hingga penglihatannya semakin kabur. Bahkan, Abah pernah berhenti berjualan selama seminggu karena rasa sakit yang sudah tidak sanggup ditahan.
Namun sesulit apa pun keadaannya, Abah tetap kembali memikul lemari demi memastikan keluarganya bisa bertahan hidup.
Perjalanan mencari nafkah pun penuh cobaan. Abah pernah ditabrak hingga dagangannya hancur dan beliau harus mengganti kerugian. Saat berjualan, beliau juga pernah dipalak. Luka terdalam datang ketika anaknya meninggal dunia saat mengantre bantuan sembako, meninggalkan dua cucu yang kini menjadi tanggung jawab Abah.
Di tengah semua cobaan itu, Abah bahkan pernah menahan lapar dan berpuasa karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan.
Kini, Abah hanya memiliki satu harapan sederhana: memiliki warung kecil di depan rumah agar tidak lagi harus mempertaruhkan tenaga dan kesehatannya dengan memikul lemari di usia senja.
Sahabat baik, bantuan yang Anda berikan akan menjadi harapan baru bagi Abah Edi. Donasi akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, meringankan biaya pengobatan, melunasi utang yang menumpuk, serta mewujudkan usaha kecil agar Abah dapat mencari nafkah tanpa harus terus memikul beban berat.
Klik tombol "Donasi Sekarang"
Masukkan nominal donasi terbaik
Pilih metode pembayaran
Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi Abah Iin Sholihin dan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama
