Pipi Abah Enas BOLONG Karena Kanker!!! Pengobatannya Kini Terancam Terhenti

Pipi Abah Enas BOLONG Karena Kanker!!! Pengobatannya Kini Terancam Terhenti

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
28 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 11 March 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

SAPA Foundation

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

09 March 2026

Abah Enas, 67 tahun, warga Kabupaten Tasikmalaya, saat ini tengah berjuang melawan kanker ganas di bagian dalam mulut yang telah menyebar hingga menembus pipi. Berdasarkan diagnosis medis sejak Januari 2024, Abah menderita SCC (Squamous Cell Carcinoma) Buccal dan sedang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung. Awalnya Abah merasakan nyeri di gusi, namun karena seluruh giginya telah tanggal, ia mengira itu keluhan biasa. Selama hampir satu tahun, Abah berobat ke beberapa mantri dan dokter umum, dan lima dokter yang ditemui menyarankan agar ia diperiksa lebih lanjut di rumah sakit. Kendala jarak dan belum memiliki BPJS membuat Abah hanya mengandalkan pengobatan tradisional dengan ramuan tanaman kampung, seperti daun kelor yang ditumbuk.

Seiring waktu, muncul pembengkakan di pipi sebesar kelereng. Awalnya keluarga mengira pembengkakan tersebut masih berkaitan dengan sakit gusi, sehingga tetap diobati dengan ramuan tradisional. Enam bulan kemudian, kondisi Abah semakin memburuk, dan anak-anaknya akhirnya membuatkan BPJS berbayar agar Abah bisa menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Abah dibawa ke RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, namun karena jadwal kontrol cukup lama, pipi Abah semakin membesar dan terasa seperti akan pecah. Keluarga membawanya ke dokter lain untuk obat pereda nyeri. Setelah Lebaran, Abah menjalani biopsi untuk memastikan tingkat keganasan penyakit, namun sebelum hasil keluar, pembengkakan pecah mengeluarkan darah dan nanah, sehingga Abah dirawat selama lima hari. Dua minggu kemudian, keluarga menerima kabar bahwa Abah menderita kanker stadium 2 menuju stadium 3 dan harus dirujuk ke RSUP Dr. Hasan Sadikin di Bandung.

 

Keluarga kebingungan karena kondisi ekonomi terbatas. Ketiga anak Abah akhirnya menjual satu-satunya kebun kopi milik keluarga seharga Rp10.000.000 untuk biaya pengobatan, dan sebelumnya telah berutang sekitar Rp18.000.000. Sesampainya di Bandung, Abah menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk MRI, CT Scan, EKG, USG, laboratorium, dan evaluasi anestesi. Dokter memberikan dua pilihan: operasi pengangkatan tumor dengan risiko pengangkatan sebagian tulang rahang, atau menjalani enam siklus kemoterapi terlebih dahulu. Abah memilih kemoterapi karena khawatir akan kesulitan berbicara jika rahangnya diangkat. Saat ini Abah telah menjalani empat dari enam siklus, namun pengobatan terancam terhenti karena keterbatasan biaya transportasi dan kebutuhan selama berobat. Untuk sekali perjalanan dari Tasikmalaya ke Bandung, keluarga harus menyewa mobil dengan biaya sekitar Rp1.000.000.

Selama proses pengobatan, Abah telah lebih dari 16 kali berobat ke rumah sakit daerah dan sekitar 12 kali ke Bandung. Karena keterbatasan biaya, Abah bahkan pernah tiga kali menempuh perjalanan sekitar 150 kilometer menggunakan sepeda motor, meski tubuhnya lemah akibat efek kemoterapi seperti pusing dan mual. Sehari-hari, Abah hanya pedagang mainan keliling dengan penghasilan Rp35.000–50.000 per hari, dan bekerja sebagai buruh kebun apabila diperlukan. Mak Anah, istri Abah, menuturkan bahwa suaminya adalah sosok penyayang, bertanggung jawab, dan dipercaya sebagai Ketua RT di lingkungannya. Keluarga hanya berharap Abah segera sehat dan bisa kembali beraktivitas normal.

Saat ini, menjelang kemoterapi siklus kelima, keluarga tidak memiliki sumber dana lagi. #SahabatSAPA, mari bantu perjuangan Abah agar pengobatannya dapat terus berlanjut hingga tuntas. Cara berdonasi sangat mudah: klik “Donasi Sekarang”, masukkan nominal, pilih metode pembayaran, ikuti instruksi hingga selesai, dan bagikan halaman galang dana ini agar lebih banyak tangan membantu perjuangan Abah. Semoga setiap bantuan menjadi harapan baru bagi Abah Enas dan keluarganya. Terima kasih #SahabatSAPA.

 

Sahabat Kebaikan,mari bersama kita ulurkan tangan untuk Abah Enas, agar keduanya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak.Karena setiap sedekah yang kita berikan, bukan hanya membantu mereka bertahan, tapi juga menghidupkan cinta dan kasih di tengah dunia yang sering melupakan mereka. Dengan cara:

  1. Klik Donasi Sekarang
  2. Masukan Nominal Donasi
  3. Pilih Metode Pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Donasi

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, kalian juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan abah

 

Disclaimer : Dana yang terkumpul akan digunakan untuk: Pemenuhan berobah abah enas, dan apabila terdapat kelebihan dana akan digunakan untuk pemenuhan Program bantuan Bumi Syam serta untuk para penerima manfaat lain nya yang berada dibawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik