TERANCAM DIUSIR! Kakek 107 Tahun Harus Berjuang Di Tengah Sakit Stroke

TERANCAM DIUSIR! Kakek 107 Tahun Harus Berjuang Di Tengah Sakit Stroke

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
28 hari lagi
DONASI SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 16 July 2026 18:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

13 July 2026

Di usia 107 tahun, Abah Endang seharusnya bisa menikmati masa tua dengan tenang. Namun kenyataannya, Abah masih harus memikirkan bagaimana caranya agar bisa makan hari ini. Bersama sang istri yang kini berusia 77 tahun, Abah tinggal di sebuah saung sederhana berdinding seng di atas lahan milik orang lain. Tempat tinggal itu pun kini terancam digusur karena akan dibangun proyek, sementara Abah dan istrinya tak memiliki rumah lain untuk ditinggali.


Sejak dulu, Abah mencari nafkah dengan berjualan kopi, gorengan, dan ketan bakar. Penghasilannya sangat minim, hanya sekitar Rp20.000 per hari, bahkan sering kali tidak mendapatkan uang sama sekali. Dari hasil itulah mereka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun cobaan terus datang. Dagangannya pernah dicuri beserta etalasenya, gerobaknya dirusak, hingga banyak pembeli yang berutang namun tak pernah membayar.


Dua tahun lalu Abah terserang stroke. Sejak saat itu tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Untuk berjalan, Abah harus rutin mengonsumsi obat setiap hari. Meski sering pusing dan lemas, Abah tetap memaksakan diri berjualan demi bertahan hidup. Di tengah kondisi itu, sang istri juga sedang berjuang melawan gangguan penglihatan. Kedua matanya semakin buram hingga harus meraba-raba saat beraktivitas. Hingga kini ia belum pernah memeriksakan matanya ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, setiap minggu ia harus mengambil air ke rumah tetangga karena tempat tinggal mereka tidak memiliki sumber air sendiri.


Harapan Abah sangat sederhana. Ia ingin kembali memiliki modal untuk berjualan agar bisa mandiri seperti dulu. Abah juga ingin memeriksakan penyakit strokenya ke rumah sakit karena selama ini belum pernah mendapatkan pemeriksaan yang layak. Begitu pula sang istri yang berharap dapat memeriksakan kondisi matanya agar bisa kembali melihat dengan lebih baik. Sahabat baik, mari bersama-sama membantu Abah Endang dan istrinya menjalani masa tua yang lebih layak. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mendukung biaya pemeriksaan dan pengobatan Abah serta istrinya, membantu penyediaan modal usaha agar Abah dapat kembali berjualan, serta kebutuhan mendesak lainnya. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan menjadi harapan besar bagi pasangan lansia ini.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik