Tumor di Leher, Lansia Penjual Kaos Kaki Hidup di Gubuk Sendirian
Tumor di Leher, Lansia Penjual Kaos Kaki Hidup di Gubuk Sendirian

Tumor di Leher, Lansia Penjual Kaos Kaki Hidup di Gubuk Sendirian

Rp 3.095.000
terkumpul dari Rp 70.000.000
Donatur
34
Tercapai
4%
Sisa waktu
Tanpa batas

Diperbarui 23 October 2026, 15:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
BERDAMPAK BERDAYA II

Cerita

27 January 2026

Setiap pagi, ketika sebagian orang masih terlelap, Abah Enjang Aan (60 tahun) sudah berdiri di pasar sejak pukul enam. Di lehernya, sebuah tumor terus membesar dan menjadi saksi bisu dari perjuangan hidup yang ia jalani sendirian.

Abah Enjang adalah penjual kaos kaki. Harga sepasang kaos kaki yang ia jual hanya Rp5.000. Bahkan saat dagangannya ramai, keuntungan yang ia bawa pulang sangatlah kecil, itu pun masih harus disetor karena dagangan tersebut bukan miliknya. Ada hari-hari di mana Abah pulang tanpa membawa hasil apa pun. Pada hari seperti itu, Abah hanya mampu minum air untuk menahan lapar. Terkadang, makan siangnya hanyalah nasi dengan daun singkong. Bahkan tak jarang, Abah memilih tidak makan sama sekali seharian penuh.

Untuk bisa berjualan, Abah harus menyewa motor setiap hari. Di sela-sela berjualan, ia menyambi membersihkan ikan demi tambahan penghasilan yang sangat minim. Tangannya gatal dan perih karena harus mencuci dengan air yang tidak layak. Semua ia lakukan demi bertahan hidup—dan demi menahan sakit di lehernya yang terus berdenyut.


Dua tahun sudah Abah Enjang hidup berdampingan dengan tumor di lehernya. Rasa pusing, pegal, dan nyeri sering menyerang saat ia berjualan. Namun Abah tetap bertahan, memaksakan diri berdiri demi mendapatkan uang. Bahkan pernah suatu hari, karena pusing yang tak tertahankan, Abah terjatuh dari motor dalam perjalanan menuju pasar.


Saat ini, Abah Enjang hidup sendirian di sebuah saung kecil. Ia terpaksa meninggalkan kontrakan karena tak sanggup membayar dan menunggak berbulan-bulan. Sebelum itu, Abah sempat tidur di masjid. Malam hari menjadi waktu paling berat—dingin menusuk, atap bocor saat hujan, dan badan yang sering terasa sakit saat bangun tidur.

Abah Enjang pernah memiliki keluarga. Namun ketika penyakit datang dan usaha yang ia bangun bangkrut, kehidupan pun runtuh perlahan. Kini, Abah menjalani hari-harinya seorang diri, dengan tubuh yang semakin lemah dan harapan yang kian menipis.


Abah ingin berobat. Tapi ia tidak punya biaya. Ia hanya

mengandalkan obat seadanya untuk meredakan pusing, sambil terus berjualan dan berharap esok masih diberi kekuatan. Hari ini, Abah Enjang berada di titik paling rapuh dalam hidupnya. Ia sudah pasrah, bahkan merasa siap jika Tuhan memanggilnya kapan saja. Namun kita masih punya kesempatan untuk mengubah cerita ini.


Donasi Anda bisa menjadi penyelamat bagi Abah Enjang—

untuk pengobatan tumornya, untuk kebutuhan hidup yang layak,

dan untuk menghadirkan kembali harapan di hidup yang nyaris padam. Mari kita buktikan bahwa Abah Enjang tidak sendirian.


  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
23 August 2026

Semua Berhak Nyaman Abah Enjang

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Abah Enjang Aan merupakan seorang lansia 60 tahun dengan kondisi rentan dan bekerja sebagai penjual kaos kaki keliling. Bantuan yang diberikan berupa medical check up, kebutuhan bahan pokok dan santunan tunai.

Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Nyaman untuk Abah Enjang Aan.


Kami mewakili Abah Enjang Aan dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.


Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Abah Enjang Aan sekeluarga.


Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
28 March 2026, 11:10

Semoga berkah, panjang umur sekeluarga sehat jasmani rohani, berkecukupan semuanya