Hampir Buta! Jasa Pijatnya Tak Laku Abah Firman Terpaksa Tidur Emperan

Hampir Buta! Jasa Pijatnya Tak Laku Abah Firman Terpaksa Tidur Emperan

Rp 2.400.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
39 Donatur
17 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 01 September 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
THE POWER OF KINDNESS

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

19 August 2026

Pagi itu, di sudut jalan yang ramai, seorang pria lanjut usia berjalan perlahan sambil membawa harapan di pundaknya. Namanya Abah Firman. Usianya kini 74 tahun. Satu matanya sudah tak lagi bisa melihat. Dari pukul 8 pagi hingga 8 malam, ia berkeliling menawarkan jasa pijat. Bukan karena ingin, tapi karena itulah satu-satunya kemampuan yang ia miliki sejak kecil, warisan dari orang tuanya.

Puluhan tahun Abah menjalani hidup sebagai tukang pijat keliling. Abah berasal dari kota lain di luar pulau dan kini sudah 4 bulan abah mencoba bertahan di perantauan. Sebelumnya, Abah sempat bekerja di sebuah usaha mebel. Namun saat pekerjaan itu hilang, Abah tak punya pilihan lain selain kembali ke jalanan.

Lebih menyedihkan lagi, Abah kini hidup sendirian. Ia memiliki seorang anak berusia 31 tahun. Namun sudah 4 bulan mereka tidak berkomunikasi. Abah bahkan tidak memiliki nomor anaknya sendiri. Tak ada kabar, tak ada perhatian. Abah benar-benar menjalani hari tuanya seorang diri.

Tanpa penghasilan yang cukup, Abah tidak mampu menyewa tempat tinggal. Kini, ia hanya tidur di emperan toko, beralaskan seadanya. Menahan dinginnya malam dan panasnya siang, tanpa kepastian hidup yang layak.

Setiap hari, Abah berjalan menyusuri banyak tempat, berharap ada yang membutuhkan jasanya. Ia tak pernah mematok harga. Berapa pun yang diberikan, akan ia terima. Bahkan jika diminta tolong dengan baik, Abah tetap membantu karena ia tahu rasanya sakit tapi tak punya uang untuk berobat.

Namun di balik ketulusan itu, hidup Abah begitu keras. Penghasilan Abah rata-rata hanya sekitar Rp30.000 per hari. Bahkan sering kali, setelah seharian penuh berkeliling Abah tak mendapatkan uang sama sekali. Dalam kondisi seperti itu, Abah tetap berusaha makan, meski hanya sekali sehari.

Di tengah keterbatasan itu, Abah juga harus menghadapi kondisi fisiknya.

Mata sebelah kirinya sudah tidak bisa melihat. Semua berawal dari debu yang masuk ke matanya. Karena tak sempat berobat, penglihatannya perlahan hilang… hingga akhirnya gelap total.

Ia pernah diamankan saat sedang duduk menunggu pelanggan. Selama 3 hari, Abah harus menjalani keadaan yang membingungkan baginya. Saat kembali, uang yang ada padanya tak lagi utuh. Ia hanya tersisa Rp7.000… dalam kondisi lapar, dan harus kembali berjalan jauh.

Pernah juga Abah menumpang tinggal di rumah orang yang iba. Namun karena merasa tidak nyaman, Abah memilih kembali ke jalan. Baginya, lebih baik hidup susah daripada merasa tidak dihargai.

Bahkan saat hendak makan di sebuah warteg, Abah pernah direndahkan. Ia dituduh sering berutang, padahal ia tak pernah melakukannya. Sejak saat itu, Abah lebih memilih menahan lapar daripada harus dianggap seperti itu lagi.

Ia ingin punya usaha kecil—jualan kopi dan rokok di kios sederhana, agar tak perlu lagi berjalan seharian dengan kondisi tubuh yang semakin lemah. Ia juga ingin memeriksakan matanya, berharap masih ada kesempatan untuk melihat kembali.

Hari ini, Abah Firman masih berjalan di jalanan… dengan satu mata yang tersisa, dengan tenaga yang terus berkurang, dan dengan harapan yang tak pernah ia lepaskan.


Melalui campaign Spreading Kindness for Urban Poor, Ayo Kita Peduli #BERDAMPAKBERDAYA mengajak kita semua berpartisipasi untuk membantu kelompok miskin perkotaan atau urban poor. Dengan menebarkan kebaikan dan empati, kita semua telah berpartisipasi dalam gerakan aksi kebaikan untuk membantu menyelesaikan kemiskinan.

 

Kalian dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan menyebarkan campaign dan berdonasi dengan cara: 

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

28 August 2026
The Power of Kindness

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo,Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.


Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

  1. Abah Endang: Lansia pengumpul rongsok dengan bantuan yang disalurkan berupa santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.
  2. Pak Iwan: Seorang ayah disabilitas penjual tisu dengan bantuan yang disalurkan berupa santunan tunai.
  3. Pak Sani: Seorang driver ojol dengan kondisi tunawicara dengan bantuan yang disalurkan berupa tambahan modal usaha warung + kopi, serta bantuan service motornya.
  4. Abah Endang: Lansia badut keliling dengan bantuan yang disalurkan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan perlengkapan kebersihan sehari-hari, dan kebutuhan penunjang kesehatan.
  5. Dek Albie: Anak penjual donat yang menghidupi 3 adiknya, bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan penunjang pendidikan, santunan tunai, dan pembiayaan les untuk belajar.
  6. Abah Anang: Lansia penjual donat dengan bantuan yang disalurkan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan kebutuhan pakaian sehari-hari.
  7. Abah Didi: Lansia katarak yang menawarkan jasa timbang dengan bantuan yang disalurkan berupa cek kesehatan, santunan tunai, kebutuhan pokok, kebutuhan penunjang kesehatan, dan kebutuhan perlengkapan rumah.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.


Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi Teman Peduli

Reny Rohjani

26 August 2026 - 08:01
Rp 100.000
Amin