Jasa Pijat Seikhlasnya, Abah Firman Bertahan Dengan Modal Terakhir Untuk Menyambung Hidup
Jasa Pijat Seikhlasnya, Abah Firman Bertahan Dengan Modal Terakhir Untuk Menyambung Hidup

Jasa Pijat Seikhlasnya, Abah Firman Bertahan Dengan Modal Terakhir Untuk Menyambung Hidup

Rp 180.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
7
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 20 July 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

19 June 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Pagi itu, di sudut jalan yang ramai, seorang pria lanjut usia berjalan perlahan sambil membawa harapan di pundaknya. Namanya Abah Firman. Usianya kini 74 tahun. Satu matanya sudah tak lagi bisa melihat. Dari pukul 8 pagi hingga 8 malam, ia berkeliling menawarkan jasa pijat. Bukan karena ingin, tapi karena itulah satu-satunya kemampuan yang ia miliki sejak kecil, warisan dari orang tuanya.

Puluhan tahun Abah menjalani hidup sebagai tukang pijat keliling. Abah berasal dari kota lain di luar pulau dan kini sudah 4 bulan abah mencoba bertahan di perantauan. Sebelumnya, Abah sempat bekerja di sebuah usaha mebel. Namun saat pekerjaan itu hilang, Abah tak punya pilihan lain selain kembali ke jalanan.

Lebih menyedihkan lagi, Abah kini hidup sendirian. Ia memiliki seorang anak berusia 31 tahun. Namun sudah 4 bulan mereka tidak berkomunikasi. Abah bahkan tidak memiliki nomor anaknya sendiri. Tak ada kabar, tak ada perhatian. Abah benar-benar menjalani hari tuanya seorang diri.

Tanpa penghasilan yang cukup, Abah tidak mampu menyewa tempat tinggal. Kini, ia hanya tidur di emperan toko, beralaskan seadanya. Menahan dinginnya malam dan panasnya siang, tanpa kepastian hidup yang layak.

Setiap hari, Abah berjalan menyusuri banyak tempat, berharap ada yang membutuhkan jasanya. Ia tak pernah mematok harga. Berapa pun yang diberikan, akan ia terima. Bahkan jika diminta tolong dengan baik, Abah tetap membantu karena ia tahu rasanya sakit tapi tak punya uang untuk berobat.

Namun di balik ketulusan itu, hidup Abah begitu keras. Penghasilan Abah rata-rata hanya sekitar Rp30.000 per hari. Bahkan sering kali, setelah seharian penuh berkeliling Abah tak mendapatkan uang sama sekali. Dalam kondisi seperti itu, Abah tetap berusaha makan, meski hanya sekali sehari.

Di tengah keterbatasan itu, Abah juga harus menghadapi kondisi fisiknya.

Mata sebelah kirinya sudah tidak bisa melihat. Semua berawal dari debu yang masuk ke matanya. Karena tak sempat berobat, penglihatannya perlahan hilang… hingga akhirnya gelap total.

Ia pernah diamankan saat sedang duduk menunggu pelanggan. Selama 3 hari, Abah harus menjalani keadaan yang membingungkan baginya. Saat kembali, uang yang ada padanya tak lagi utuh. Ia hanya tersisa Rp7.000… dalam kondisi lapar, dan harus kembali berjalan jauh.

Pernah juga Abah menumpang tinggal di rumah orang yang iba. Namun karena merasa tidak nyaman, Abah memilih kembali ke jalan. Baginya, lebih baik hidup susah daripada merasa tidak dihargai.

Bahkan saat hendak makan di sebuah warteg, Abah pernah direndahkan. Ia dituduh sering berutang, padahal ia tak pernah melakukannya. Sejak saat itu, Abah lebih memilih menahan lapar daripada harus dianggap seperti itu lagi.

Ia ingin punya usaha kecil—jualan kopi dan rokok di kios sederhana, agar tak perlu lagi berjalan seharian dengan kondisi tubuh yang semakin lemah. Ia juga ingin memeriksakan matanya, berharap masih ada kesempatan untuk melihat kembali.

Hari ini, Abah Firman masih berjalan di jalanan… dengan satu mata yang tersisa, dengan tenaga yang terus berkurang, dan dengan harapan yang tak pernah ia lepaskan.

Mari kita bantu Abah.

Kalian dapat berdonasi dengan cara : 

  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
N
Rp 20.000
23 June 2026, 23:03