DI TENGAH KETERBATASAN PENGLIHATAN!!! Abah Firman Tetap Memijat Demi Bertahan Hidup
DI TENGAH KETERBATASAN PENGLIHATAN!!! Abah Firman Tetap Memijat Demi Bertahan Hidup

DI TENGAH KETERBATASAN PENGLIHATAN!!! Abah Firman Tetap Memijat Demi Bertahan Hidup

Rp 130.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
5
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 12 June 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

12 May 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Pagi itu, di sudut jalan yang ramai, seorang pria lanjut usia berjalan perlahan sambil membawa harapan di pundaknya. Namanya Abah Firman. Usianya kini 74 tahun. Satu matanya sudah tak lagi bisa melihat. Dari pukul 8 pagi hingga 8 malam, ia berkeliling menawarkan jasa pijat. Bukan karena ingin, tapi karena itulah satu-satunya kemampuan yang ia miliki sejak kecil, warisan dari orang tuanya.

Puluhan tahun Abah menjalani hidup sebagai tukang pijat keliling. Abah berasal dari kota lain di luar pulau dan kini sudah 4 bulan abah mencoba bertahan di perantauan. Sebelumnya, Abah sempat bekerja di sebuah usaha mebel. Namun saat pekerjaan itu hilang, Abah tak punya pilihan lain selain kembali ke jalanan.

Lebih menyedihkan lagi, Abah kini hidup sendirian. Ia memiliki seorang anak berusia 31 tahun. Namun sudah 4 bulan mereka tidak berkomunikasi. Abah bahkan tidak memiliki nomor anaknya sendiri. Tak ada kabar, tak ada perhatian. Abah benar-benar menjalani hari tuanya seorang diri.

Tanpa penghasilan yang cukup, Abah tidak mampu menyewa tempat tinggal. Kini, ia hanya tidur di emperan toko, beralaskan seadanya. Menahan dinginnya malam dan panasnya siang, tanpa kepastian hidup yang layak.

Setiap hari, Abah berjalan menyusuri banyak tempat, berharap ada yang membutuhkan jasanya. Ia tak pernah mematok harga. Berapa pun yang diberikan, akan ia terima. Bahkan jika diminta tolong dengan baik, Abah tetap membantu karena ia tahu rasanya sakit tapi tak punya uang untuk berobat.

Namun di balik ketulusan itu, hidup Abah begitu keras. Penghasilan Abah rata-rata hanya sekitar Rp30.000 per hari. Bahkan sering kali, setelah seharian penuh berkeliling Abah tak mendapatkan uang sama sekali. Dalam kondisi seperti itu, Abah tetap berusaha makan, meski hanya sekali sehari.

Di tengah keterbatasan itu, Abah juga harus menghadapi kondisi fisiknya.

Mata sebelah kirinya sudah tidak bisa melihat. Semua berawal dari debu yang masuk ke matanya. Karena tak sempat berobat, penglihatannya perlahan hilang… hingga akhirnya gelap total.

Ia pernah diamankan saat sedang duduk menunggu pelanggan. Selama 3 hari, Abah harus menjalani keadaan yang membingungkan baginya. Saat kembali, uang yang ada padanya tak lagi utuh. Ia hanya tersisa Rp7.000… dalam kondisi lapar, dan harus kembali berjalan jauh.

Pernah juga Abah menumpang tinggal di rumah orang yang iba. Namun karena merasa tidak nyaman, Abah memilih kembali ke jalan. Baginya, lebih baik hidup susah daripada merasa tidak dihargai.

Bahkan saat hendak makan di sebuah warteg, Abah pernah direndahkan. Ia dituduh sering berutang, padahal ia tak pernah melakukannya. Sejak saat itu, Abah lebih memilih menahan lapar daripada harus dianggap seperti itu lagi.

Ia ingin punya usaha kecil—jualan kopi dan rokok di kios sederhana, agar tak perlu lagi berjalan seharian dengan kondisi tubuh yang semakin lemah. Ia juga ingin memeriksakan matanya, berharap masih ada kesempatan untuk melihat kembali.

Hari ini, Abah Firman masih berjalan di jalanan… dengan satu mata yang tersisa, dengan tenaga yang terus berkurang, dan dengan harapan yang tak pernah ia lepaskan.

Mari kita bantu Abah.

Kalian dapat berdonasi dengan cara : 

  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
22 June 2026

The Power Of Kindness Tahap 2

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Hallo, Sobat Berdampak!


Terima kasih kepada seluruh Sobat Berdampak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kebaikan ini. Dukungan dan kepedulian yang teman-teman berikan telah menghadirkan harapan bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, membuktikan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dapat memberikan dampak yang begitu besar.

Melalui program yang diadakan oleh Yayasan Ayo Kita Peduli, bantuan yang terkumpul telah membantu meringankan beban saudara-saudara kita, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih berdaya.


Inilah makna sesungguhnya dari The Power of Kindness ketika kebaikan yang diberikan dengan tulus mampu menguatkan, memberdayakan, dan menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan.


Terima kasih telah menjadi bagian dari perubahan ini. Semoga setiap kebaikan yang ditanamkan menjadi keberkahan yang terus mengalir dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 50.000
14 May 2026, 10:16