Juang Lansia 117 Tahun Jual Perabot Untuk Bertahan Hidup
Juang Lansia 117 Tahun Jual Perabot Untuk Bertahan Hidup

Juang Lansia 117 Tahun Jual Perabot Untuk Bertahan Hidup

Rp 210.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
9
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 07 August 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

07 July 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di balik langkah tertatih dan tongkat yang menemaninya, ada perjuangan seorang kakek renta yang luar biasa. Abah iin Solihin, di usia yang sudah menginjak satu abad lebih, masih harus berjuang sendiri demi bertahan hidup bersama sang istri yang sakit-sakitan.


Setiap pagi sejak pukul 7, Abah berjalan kaki menyusuri jalanan menuju pasar. Di pundaknya tergantung dagangan sederhana—pisau dan peralatan dapur kecil yang ia harapkan bisa terjual. Bukan untuk hidup layak, tapi sekadar agar bisa makan hari itu.


“Kalau ada yang beli, Alhamdulillah bisa makan… kalau tidak ya ditahan saja,” lirih Abah.



Seharian berkeliling, seringkali dagangannya hanya laku satu buah. Harganya pun tak seberapa, sekitar Rp5.000. Uang itu hanya cukup untuk membeli sedikit beras, sekadar menyambung hidup Abah dan istrinya.


Di rumah, Abah hanya tinggal berdua dengan istrinya yang juga dalam kondisi lemah. Dari enam orang anaknya, hanya satu yang masih peduli. Sisanya pergi tanpa kabar, meninggalkan orang tuanya berjuang sendirian di usia senja.


Untuk berobat pun mereka tak mampu. Abah yang sering mengalami vertigo dan sesak napas hanya bisa mengandalkan obat warung seadanya. Begitu juga dengan sang istri, yang menahan sakit tanpa penanganan medis yang layak.



“Kadang pusing… napas juga sesak, tapi ya harus tetap jalan,” ujar Abah pelan.


Tak hanya berat secara fisik, Abah juga harus menahan luka di hati. Ia sering


  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email 

 

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

 

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 30.000
16 July 2026, 03:58