PILU! Lansia Pengidap Cerebral Palsy Penjual Kopi Sepi Pembeli
PILU! Lansia Pengidap Cerebral Palsy Penjual Kopi Sepi Pembeli

PILU! Lansia Pengidap Cerebral Palsy Penjual Kopi Sepi Pembeli

Rp 1.070.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
9
Tercapai
3%
Sisa waktu
27 hari

Diperbarui 12 October 2026, 03:58 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
KINDNESS FOR EVERYONE

Cerita

09 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Dilahirkan sebagai penyandang disabilitas rungu wicara dan cerebral palsy tak pernah membuat surut langkah Abah Isep (55 tahun) untuk mandiri. Sejak usia muda, ia telah berjuang menyambung hidup dengan menjadi penjual kopi keliling. Kini, seiring rambutnya yang memutih dan fisiknya yang kian melemah, ia tak lagi kuat berjalan jauh. Setiap hari, dari pukul 5 subuh hingga tengah hari, ia hanya bisa terduduk di depan masjid dekat rumahnya, menanti pembeli di atas keterbatasan fisik yang membuat seluruh tubuh dan tangannya terus bergetar hebat.


Di balik senyum ramahnya, tersimpan perjuangan fisik yang teramat memilukan. Karena kakinya tak lagi mampu melangkah dengan baik, Abah Isep harus dipapah dan diantar jemput oleh sang kakak atau keponakannya agar bisa sampai ke lapak jualan. Jangankan untuk menyeduh kopi, untuk aktivitas harian seperti memakai baju hingga makan pun ia harus disuapi oleh kakaknya. Keterbatasan berkomunikasi membuat Abah Isep menerapkan sistem kepercayaan, para pembeli dipersilakan menyeduh dan mengambil sendiri kopinya dari keranjang plastik, lalu menyerahkan uangnya langsung ke tangan Abah Isep yang gemetar.


Namun, ketulusan Abah Isep sering kali dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Karena tak bisa berteriak maupun mengejar, ia kerap kali menjadi korban kejahatan. Tak jarang pembeli nakal membawa kabur kopi dagangannya begitu saja tanpa membayar. Bahkan, peristiwa paling menyayat hati pernah menimpanya ketika uang hasil jerih payahnya sebesar Rp300.000 raib digondol orang tak dikenal. Penderitaan fisiknya pun sempat memuncak saat ia terjatuh di sekitar rumah hingga kepalanya terbentur keras dan mengeluarkan darah. Semua trauma itu ia telan sendiri demi tidak merepotkan orang lain.


Saat ini, Abah Isep menumpang di rumah sederhana milik kakaknya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Dari keuntungan jualan yang hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp50.000 per hari, ia gunakan untuk menyambung hidup dan meringankan beban sang kakak. Kehidupan mereka teramat pas-pasan, bahkan di saat Abah Isep sangat ingin makan dengan lauk telur, sang kakak sering kali tak mampu memenuhinya karena ketiadaan uang. Begitu prihatinnya kondisi ekonomi mereka, hingga warga sekitar kerap bergotong-royong mengumpulkan barang rongsokan untuk diberikan kepada Abah Isep agar bisa dijual kembali sebagai penghasilan tambahan.


Melihat kegigihan adiknya yang menolak mengemis, pihak keluarga memiliki sebuah impian sederhana. Mereka sangat berharap Abah Isep bisa memiliki lapak jualan yang lebih layak dan menetap, di mana ia bisa berjualan kopi seduh sekaligus gorengan bersama kakaknya dengan lebih aman dan terlindungi. Bantuan dari kita bukan sekadar memberi modal, melainkan memberikan perlindungan, kelayakan, serta penghormatan atas martabat seorang kepala keluarga disabilitas yang terus berjuang jujur di sisa umurnya.

Mari Ulurkan Tangan, Beri Lapak Layak dan Masa Tua yang Aman untuk Abah Isep!

  • Klik “DONASI SEKARANG” :
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran :
  • Dapatkan laporan via e-mail :


*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.


Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGO yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
Hamba Allah
Rp 25.000
12 October 2026, 03:57