Langkahnya Sering Terhuyung Karena Sesak, Tapi Abah Jumha Tetap Berjualan Demi Sang Istri
Di usia yang seharusnya menjadi masa untuk beristirahat, Abah Jumha masih berjalan dari kampung ke kampung menjajakan opak keliling. Opak yang beliau jual bukan miliknya sendiri. Abah hanya mengambil dari orang lain untuk dijual kembali dengan harga Rp3.000 per bungkus. Dari hasil yang tak seberapa itulah beliau berusaha menyambung hidup setiap hari.
Namun perjuangan Abah tidaklah mudah. Tubuhnya sudah renta. Beliau sering mengalami pusing dan sesak napas, terlebih saat harus berjualan di bawah terik matahari. Tak jarang langkahnya terhuyung karena tak kuat menahan lelah dan panas yang menyengat.
Di rumah sederhana yang ditempatinya, ada sang istri yang sedang berjuang melawan penyakit rematik menahun. Kondisinya membuat beliau sulit bergerak dan tak lagi kuat berjalan jauh. Hari-harinya lebih banyak dihabiskan di dalam rumah, menahan sakit yang tak kunjung pergi.
Meski hidup dalam keterbatasan, Abah Jumha tidak memilih menyerah. Dengan langkah yang semakin pelan dan tenaga yang semakin berkurang, beliau tetap berusaha mencari nafkah demi dapur tetap mengepul dan kebutuhan sang istri tetap terpenuhi.
Temen baik, mari ringankan perjuangan Abah Jumha dan istrinya. Setiap bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka. Yuk bantu Abah Jumha melalui TemanBaik. jadilah bagian dari kebaikan hari ini.