Punggung Bengkok?! Abah Kani Tetap Berjualan Sayur Demi Sesuap Nasi
Punggung Bengkok?! Abah Kani Tetap Berjualan Sayur Demi Sesuap Nasi

Punggung Bengkok?! Abah Kani Tetap Berjualan Sayur Demi Sesuap Nasi

Rp 160.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
6
Tercapai
0%
Sisa waktu
28 hari

Diperbarui 11 October 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
KINDNESS FOR EVERYONE

Cerita

09 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usianya yang telah menginjak 63 tahun, Abah Kani harus memeras sisa-sisa tenaga tuanya demi menyambung nyawa keluarga. Sejak kecil, lansia tegar ini menggantungkan nasib sebagai penjual sayur keliling. Setiap hari, tepat pukul enam pagi hingga dua siang, beliau berjalan kaki menempuh rute amat jauh—mencapai 10 kilometer pulang pergi—sembari memikul beban berat barang dagangannya. Ketiadaan biaya membuat Abah enggan menggunakan transportasi umum demi menghemat ongkos 20 ribu rupiah. Dari peluh yang mengucur deras di jalanan, Abah hanya mengantongi penghasilan 30 hingga 50 ribu rupiah sehari untuk menghidupi istri serta satu cucunya yang masih menjadi tanggungan.


Dibalik ketegarannya menjajakan sayur, fisik Abah Kani menyimpan penderitaan medis yang amat memprihatinkan. Beliau mengidap patah tulang punggung sejak kecil akibat kecelakaan fatal yang menyisakan benjolan besar hingga saat ini. Beban panggulan berat dan rasa lelah yang ekstrem kerap memicu tubuhnya lemas hingga mengalami muntah darah di tengah jalan. Tak hanya itu, peradangan di punggungnya juga memicu serangan batuk darah dan sakit lambung yang kerap menyiksa. Ketiadaan biaya serta dokumen BPJS yang hilang membuat Abah tak pernah mengecap pengobatan medis; saat rasa sakit memuncak, beliau hanya mampu menenggak air putih sekadar untuk meredakan nyerinya.


Himpitan ekonomi juga memaksa Abah Kani hidup dalam bayang-bayang utang dan ketidakpastian tempat tinggal. Karena rumah aslinya sudah lama roboh, Abah beserta istri kini terpaksa menumpang di rumah anaknya—sebuah kondisi yang membuat hatinya kerap merasa sungkan. Untuk menutup kekurangan biaya hidup dan modal jualan yang tidak menentu, Abah terpaksa meminjam uang sebesar 1,5 juta rupiah ke bank keliling yang menuntut angsuran mingguan. Meski hidup di bawah tekanan ekonomi yang berat, hati tulus Abah tak pernah luntur; beliau sering kali membagikan sisa sayur dagangannya yang tidak laku kepada tetangga yang membutuhkan alih-alih meratapinya.


Di balik pundaknya yang kian bengkok dan rasa lelah yang amat sangat, Abah Kani merindukan tempat peraduan yang layak dan modal usaha yang tak lagi menyiksa fisiknya. Beliau amat bermimpi untuk bisa berobat ke rumah sakit secara medis, memiliki modal untuk membuka warung kecil di rumah agar tak perlu lagi memikul sayur puluhan kilometer, melunasi utang bank keliling, serta membangun kembali rumah sederhananya. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk membebaskan Abah Kani dari penderitaan jalanan, menyembuhkan sakitnya, dan menghadirkan kedamaian di senja usianya.

Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Biaya Pengobatan Punggung & Batuk Darah, Modal Warung Rumah, Pelunasan Utang, serta Tempat Tinggal Layak Bagi Abah Kani!

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 


Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGO yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
10 October 2026, 18:34

Semoga abah bisa berobat Dan lekas sembuh