Di Masa Tuanya , Abah Miang (71 tahun) harus melewati hari-hari penuh kesepian di sebuah gubuk kecil di bantaran Sungai. Tubuhnya yang renta kini sakit, membuatnya tak lagi sanggup berkeliling mencari rongsok seperti biasanya.
Setiap malam, Abah tidur ditemani gelap tanpa listrik, tanpa penerangan. Gubuk reot yang hanya ditopang kayu rapuh itu menjadi saksi bisu betapa berat hidup yang harus ia jalani. Alas tidurnya hanyalah busa lusuh, bahkan sering kali kakinya digigit tikus ketika terlelap.


Untuk makan pun, Abah hanya bisa berharap dari belas kasih tetangga yang sesekali mengulurkan tangan. Namun, tetangga pun terbatas kemampuannya. Di balik semua itu, Abah juga menanggung sakit mental yang membuat hidupnya semakin sulit.
Sungguh pilu, di Masa Tuanya Abah seharusnya bisa beristirahat dengan tenang, namun kenyataannya ia masih harus berjuang seorang diri di tengah keterbatasan.


Mari kita ulurkan tangan untuk membantu Abah Miang agar bisa mendapatkan makanan layak, tempat tinggal yang aman, serta perawatan kesehatan yang ia butuhkan.
Sekecil apa pun donasi kita, bisa menjadi cahaya di tengah gelap kehidupan Abah. bantu Abah dengan cara:
Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Dapatkan Laporan Via Email
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin
